BAGAIMANA MEMBAHAGIAKAN ISTRI …?

Suami yang shalih adalah suami yang berpegang teguh kepada syariat agama dalam segenap urusan kehidupan. Ia tunaikan kewajiban-kewajibannya, baik kewajiban yg berhubungan dengan Rabb-nya, keluarganya, maupun orang-orang yg menjadi tanggungannya dengan ketulusan hati dan penuh tanggung jawab. Selain itu, dalam urusan rumah tangga, ia tidak menuntut haknya lebih banyak dari yg semestinya. Bahkan lebih dari itu, ia pun lapang dada bila hak yg semestinya ia dapatkan ternyata berkurang dari yg semestinya. Ia pantang menyia-nyiakan kewajiban, bahkan ia tunaikan kewajiban itu terlebih dahulu sebelum menuntut haknya. Demikian pula halnya dengan wanita sholihah.

Salah satu perilaku suami yg shalih adalah mempergauli istrinya dengan baik.

“Orang mukmin yg paling sempurna imannya adalah yg paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yg paling baik terhadap istrinya.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, hadits hasan shahih).

Rasulullah bersabda, “Orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani).

“Tidaklah memuliakan perempuan kecuali orang yg mulia, dan tidaklah menghinakan perempuan kecuali orang yg hina. (HR. Ibnu Asakir)
Pertemuan yang Menyenangkan
Setelah pulang dari bekerja, kuliah, bepergian atau kegiatan apapun yang membuat Anda berpisah dengan istri:
· Awali dengan salam dan wajah yang berseri, salam adalah sunnah dan sebuah doa baginya (istri) sebagai kebaikan.
· Jabat tangannya dan tunda berita yang tidak menyenanangkan untuk dibicarakan nanti.
Pembicaraan dan Ajakan yang Menyenangkan
· Memanggil dengan panggilan kesukaan. Pilihlah kata-kata yang positif (baik) dan hindari yang negatif.
· Berikan perhatianmu pada apa yang dibicarakannya denganmu. Ini dapat menumbuhkan perasaan bahwa kita memperhatikan.
· Bicaralah dengan jelas dan ulangi perkataanmu jika memang diperlukan hingga ia mengerti.
· Panggillah istri dengan nama-nama yg disukainya, seperti: pujaan hati, cinta, sayang, shalihah, istriku tercinta, dsb.
Persahabatan dan Rekreasi
· Meluangkan waktu untuk berbincang-bincang/bercengkrama dengan istri.
· Menyebarkan kabar gembira kepadanya.
· Mengenang kembali kenangan bersama yang indah.
Permainan dan Senda Gurau
· Sering bercanda dan memiliki selera humor. Misalnya: senda gurau di perjalanan, di rumah, mesra di meja makan, canda ketika mandi bersama, dsb.
· Bermain dan berlomba satu sama lain melalui olahraga ringan atau apapun.
· Mengajaknya untuk melihat hiburan yang diperbolehkan syariat.
· Hindari melihat jenis hiburan yang diharamkan syariat.

Membantu Pekerjaan Rumah Tangga
Dari Al-Aswad, ia berkata, “Saya bertanya kepada ‘Aisyah, “Apa yg Rasulullah lakukan untuk keluarganya?” Ia berkata: ”Beliau selalu membantu urusan rumah tangga dan apabila datang waktu sholat, beliau bergegas menunaikannya.” (HR. Bukhari)
· Melakukan hal yang dapat dilakukan olehmu sendiri, terlebih lagi ketika istri sakit atau lelah.
· Yang terpenting, bahwa hal ini menunjukkan secara nyata bahwa engkau menghargai jerih payahnya.
Musyawarah
· Khususnya di dalam permasalahan rumah tangga, seperti pendidikan anak, pembelian perabot rumah tangga, dsb.
· Tunjukkan perhatian bahwa pendapatnya adalah penting bagimu (meskipun barangkali engkau tidak terlalu memerlukan pendapatnya).
· Perhatikan pendapatnya dengan seksama.
· Berinisiatif untuk merubah pandangannya, jika dirasa perlu.
· Berterimakasih atas bantuan pendapatnya.
Berkunjung Satu Sama Lain (Bersilaturrahim)
· Memilih orang-orang yang diutamakan untuk dikunjungi untuk membangun hubungan dengan mereka. Ada pahala yang besar ketika mengunjungi kerabat dan orang-orang shalih. Tidak hanya menghabiskan waktu secara sia-sia.
· Memperhatikan adab-adab (etika) Islami selama kunjungan (adab bertamu, berbicara, dsb).
· Tidak memaksa istri untuk mengunjungi orang-orang yang membuatnya tidak nyaman (tidak disukainya).
Etika Bepergian
· Berilah salam perpisahan yang hangat dan wasiat yang baik
· Memintanya untuk mendoakanmu.
· Mintalah kerabat dan teman-teman (akhawat) yang shalihah untuk menjaga keluargamu ketika engkau tidak ada.
· Meninggalkan nafkah yg cukup untuk memenuhi kebutuhannya.
· Usahakan untuk tetap berhubungan dengannya baik lewat telepon, e-mail, surat, dsb.
· Cepat kembali sesegera mungkin.
· Bawakan hadiah, meski hanya setangkai bunga, sebatang coklat, makanan kesukaannya, dsb. Hal-hal kecil ini dapat semakin menyuburkan cintanya padamu.
· Hindari pulang tanpa memberi tahu terlebih dahulu.
· Jika memungkinkan, ajaklah isteri besertamu.
· Bersegera kembali ke rumah jika urusan telah selesai. Nabi pernah berpesan kepada para suami sebagaimana yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah,” Jika kalian telah selesai urusan di luar rumah, maka cepatlah kembali ke istrimu. Karena itu akan sangat besar pahalanya.” (HR. Hakim)
Nafkah
· Suami hendaknya dermawan dalam menafkahi istrinya. Dia tidak boleh kikir (tidak pula boros).
· Engkau mendapatkan pahala untuk semua pengeluaran pada kebutuhan meski hanya sekerat roti yang engkau berikan pada istrimu melalui tanganmu.
· Sangat dianjurkan untuk berinisiatif memenuhi kebutuhan istri sebelum istri memintanya kepada Anda.
Aroma yang Wangi dan Berdandan
· Mengikuti sunnah-sunnah fitrah seperti mencabut rambut ketiak, menipiskan kumis, mencukur rambut di bawah pusar, bersiwak (gosok gigi), memotong kuku, dsb.
· Selalu berpenampilan bersih dan rapi.
· Harumilah tubuhmu untuk menyenangkannya.
Berhubungan Intim
Mengobati Hati
· Berbohong demi kebahagiaan.
· Persembahkan hadiah.
Menjaga Rahasia
Hindari mengumbar rahasia pribadi seperti rahasia ranjang, masalah pribadi istri, kekurangan istri maupun hal-hal pribadi lainnya.
Bekerjasama dalam Taat kepada Allah
· Membangunkannya untuk qiyamullail.
· Mengajari istri tentang Al-Quran, tafsir, dan hal-hal yang berkaitan dengan agama lainnya sesuai kemampuan Anda, pergi ke kajian Islam bersama-sama, membelikannya buku-buku agama.
· Mengajarinya dzikir pagi dan petang.
· Menganjurkannya untuk membelanjakan uang di jalan Allah, seperti infak, bershodaqah, dsb.
· Membawanya untuk pergi haji dan umroh bila mampu.
Memuliakan Keluarga dan Kerabat Istri
· Membawanya untuk mengunjungi keluarga dan kerabat istri, khususnya kepada orang tuanya.
· Mengundang mereka untuk mengunjungi istri Anda dan menyambut mereka.
· Memberi hadiah kepada mereka pada saat-saat tertentu.
· Menolong mereka ketika mereka membutuhkan, dengan uang, tenaga, dsb.
· Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat istri meski istri telah meninggal lebih dulu. Dalam hal ini, sang suami dianjurkan untuk mengikuti Sunnah dan tetap memberikan sesuatu yang biasa diberikan oleh sang istri kepada mereka semasa hidupnya.
Nasehat dan Pengajaran
· Wasiat Al-Quran
· Petunjuk Rasulullah
· Para sahabat mengajari istri-istrinya
· Wanita shalihah mencintai ilmu
· Hal ini diantaranya: mengajarinya tentang dasar-dasar keislaman, khususnya tentang aqidah, hak dan kewajiban sebagai istri/ibu, kukum-hukum Islam yang berhubungan dengan masalah wanita, menganjurkannya untuk mendatangi kajian Islam, membelikan buku-buku dan kaset-kaset Islami untuk perpustakaan di rumah, dll.
Cemburu yang Terpuji
· Sanjungan atas rasa cemburu.
· Batas-batas cemburu yang terpuji.
· Pastikan ia memakai jilbab sesuai syariat sebelum keluar rumah.
· Membatasi ikhtilat dengan non mahram.
· Hindari cemburu yang berlebihan, misal mencegahnya untuk keluar rumah pada perkara yang mubah, melarangnya menjawab telepon, dsb.
Kesabaran dan Kelemahlembutan
· Perselisihan adalah hal yang wajar di dalam pernikahan. Yang salah adalah respon yang berlebihan dan membesar-besarkan masalah yang dapat meretakkan hubungan rumah tangga.
· Jangan marah karena faktor pribadi, marah diperbolehkan bagi hal-hal yang berhubungan dengan pelanggaran terhadap hak Allah, seperti melalaikan shalat, ngerumpi, dsb.
· Memaafkan kesalahan istri.
· Mengingat segala kebaikan istri kapanpun ia berbuat kesalahan.
· Menjaga rasa cemburu istri.
· Memahami kesalahan karena musibah.
· Menjaga perasaan labil ketika haid.
· Memahami kekeliruan akibat kebodohan.
· Bagaimana memberi sanksi kepada istri.
· Bagaimana memisahkan istri.
· Bagaimana engkau memukul.
· Hindarilah mengumpat, menghina atau menggunakan kata-kata yg dapat menyakiti hatinya. Hindari menasihati/mencelanya di depan keluarga, di depan anak-anaknya apalagi di muka umum.
Sumber: “Kaifa Tus’id Zaujatak?”, Muhammad Abdul Halim Hamid, Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud Saudi Arabia (“Bagaimana Membahagiakan Istri”, Era Intermedia, Solo)

One Response to BAGAIMANA MEMBAHAGIAKAN ISTRI …?

  1. mnrp says:

    wah ini tips bagus..
    minta ijin untuk di copy yah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: