Menjadi Penyiar Profesional

21 November 2008

Oleh: ASM. Romli


* Temukan Suara Terbaik Anda!

RADIO adalah suara (sound)! Media yang hanya bisa didengar (auditif). Suara (voice) pula yang jadi aset terpenting seorang penyiar –sebagai ujung tombak, front liner, sebuah radio yang berinteraksi langsung dengan pendengar.

Banyak orang terlahir dengan memiliki suara indah. Namun, kebanyakan dari kita harus bekerja keras untuk menjadi penyiar profesional. Lagi pula, jadi penyiar profesional tidak cukup bermodal suara emas (golden voice), tapi juga perlu modal lainnya, seperti wawasan, sense of music, dan sense of humor.

WAWASAN
Penyiar harus berwawasan agar siarannya hidup, dinamis, berisi, dan tidak monoton. Kosakata, varietas kata, improvisasi, hanya bisa dilakukan oleh penyiar yang berwawasan luas. Karena itu, banyak baca, jadilah orang yang haus pengetahuan! Dijamin, jika Anda berwawasan luas, takkan kehabisan kata-kata untuk berbicara.

SENSE OF MUSIC
Penyiar harus memiliki sense of music yang tinggi. Soalnya, tugas penyiar bukan hanya mutar lagu-lagu, tapi mesti paham juga tentang jenis musik, alat musik, dan artisnya.

SENSE OF HUMOR
Penyiar juga harus humoris, punya bakat menghibur. Bakat itu diperlukan karena profesi penyiar radio dituntut mampu menghibur pendengar. Lagi pula, radio identik dengan hiburan (entertaintment).

BAHASA TUTUR
Siaran harus menggunakan bahasa tutur, bahasa percakapan (conversational language), demikian juga naskah berita atau iklan.

Bahasa tutur yaitu bahasa yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari yang mempunyai ciri khas: (a) kalimatnya sederhana, singkat, kurang lengkap, tidak banyak menggunakan kata penghubung; dan (b) menggunakan kata-kata yang lazim dipakai sehari-hari (spoken words).

Didalam bahasa tutur, lagu kalimat (infleksi, inflection) memegang peranan penting. Tanpa bantuan lagu kalimat sering orang mengalami kesukaran dalam memahami bahasa tutur. Sama pentingnya adalah artikulasi atau pronounciation (pengucapan kata), intonasi (nada suara atau irama bicara), aksentuasi (logat, dialek, stressing), dan speed (kecepatan berbicara, tempo).

TAMPILKAN SUARA TERBAIK!
RILEKS!
Penyiar adalah “pemain sandiwara” (performer) dan menghadapi tantangan yang sama dengan penyanyi atau aktor. Begitu di atas pentas, di depan kamera, atau di belakang microphone, Anda tidak akan dapat memberikan penampilan terbaik kecuali jika Anda santai (relax). Tenggorokan tercekik (tight throat), leher tegang, dan pundak yang kaku, akan membuat Anda tidak dapat mengeluarkan suara terbaik.

Bagaimana biar rileks? Bukan dengan mengatakan pada diri Anda, “Relax, fool, relax!” Relaksasi bukanlah soal psikologis, tapi soal fisik. Ia tidak dimulai di otak, tapi di badan. Relaksasi diperoleh melalui sebuah proses fisik berupa peregangan dan pernafasan. Jika tubuh Anda rileks, emosi Anda akan mengikuti.

ATUR NAFAS!
Mati lemas atau kekurangan nafas (suffocation) adalah penyebab kematian nomor satu di kalangan penyiar. Banyak penyiar biasa terus menahan nafas selama bertutur. Nafas megap-megap tidak akan menghasilkan siaran yang bagus.

Bernafas secara tepat adalah dasar siaran profesional. Naskah siaran harus memberi kesempatan untuk bernafas. Ketika Anda membaca naskah, buatlah tanda di mana Anda akan mengambil nafas. Ikuti instruksi Anda sendiri dan bernafaslah saat Anda melihat tanda itu.

Sikap badan yang baik dan dukungan dari diafragma Anda, akan membuat tiap nafas bekerja lebih lama bagi Anda. Anda bisa latih hal itu dengan cara meratakan jari tangan dan tekan diafragma (rongga antara dana dan perut). Ketika Anda mulai dengan suara rendah, tekan diafragma Anda dengan tangan. Teknik ini akan memberi Anda kekuatan ekstra.

Jauhkan mulut Anda dari microphone saat menarik nafas. Jangan sampai tarikan nafas Anda mengudara

VISUALISASI!
Penyiar radio berbicara kepada pendengar yang tidak terlihat. Secara simultan (bersamaan), sebagai penyiar Anda berbicara kepada tidak seorang pun (talk to no one) –karena tidak satu orang pendengar pun yang hadir secara fisik di depan Anda— dan kepada setiap orang (talk to everyone), mungkin ribuan pendengar. Talk to one one and eveyone!

Penyiar radio juga sering sendirian di ruang siaran, tidak ada lawan bicara, hanya ditemani sejumlah “benda mati” –komputer, mixer, dan sebagainya. Membentuk “mental image” tentang pendengar Anda sangat penting untuk siaran terbaik.

Berbicara kepada benda mati bukan saja tidak membangkitkan semangat (uninspiring), tapi juga tidak realistis. Karenanya, saat siaran, bayangkan Anda sedang berbicara pada seorang teman, atau sekelompok kecil orang.

Membayangkan adanya seorang pendengar di depan Anda, akan membantu Anda berkomunikasi secara alamiah, gaya ngobrol (conversational way).

TENTUKAN PILIHAN KATA!
Di radio, Anda hanya punya satu kesempatan untuk membuat pendengar Anda mengerti yang Anda kemukakan. Di media cetak, pembaca akan mengulang bacaan pada bagian yang mereka tidak pahami. Di televisi, ada bantuan visual untuk memperjelas berita. Tapi di radio, yang dimiliki pendengar hanya suara Anda.

Karena itu, saat menyampaikan sebuah informasi, putuskan katak-kata mana yang menjadi kata kunci (key words) dan garisbawahi. Tiap kata memiliki nilai berbeda. Putuskan apa yang akan Anda tekankan, di mana lagu kalimat (inflection) Anda akan menaik dan menurun, dan di mana Anda akan bernafas. Biasanya, infleksi menaik kalau akan bersambung dan menurun jika akan berhenti.

KONSENTRASI!
Tidak ada pilot otomatis dalam siaran. Jika Anda tidak mendengar apa yang Anda katakan, tidak ada orang lain yang akan mendengar.

Siaran yang baik membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi. Tidak mudah untuk mengatur nafas Anda, memvisualkan pendengar Anda, dan melaporkan cerita pada saat yang sama. Karena itu, relaksasi adalah kunci konsentrasi.

LATIHAN!
Best voice requires experimentation. Seorang penyiar harus menemukan suara terbaiknya dan ini butuh eksperimen. Jika Anda punya pilihan mikrofon, cobalah satu per satu untuk menemukan mike paling sesuai bagi Anda. Beberapa mike dibuat untuk mendorong tinggi-rendah suara Anda, dan Anda bisa menyelaraskannya sesuai dengan kebutuhan Anda. Mintalah bantuan teknisi.

Cobalah dengan merekam suara Anda dalam sikap tubuh yang berbeda, kedekatan yang berbeda dengan mike, dan tingkat proyeksi (pengerasan) yang berbeda.

Bayangkan ragam pendengar dan lihatlah bagaimana “mental image” ini mempengaruhi penyampaian Anda.

BICARA KEPADA SATU ORANG!
Bayangkan, pendengar itu satu orang! Orang yang baru pertama kali berbicara di radio, sering secara salah memvisualkan pendengarnya –membayangkan bahwa pendengar itu ribuan. Padahal, orang yang mendengarkan itu dalam kelompok berjumlah satu orang (in group of one). Ya, bayangkan pendengar itu satu orang!

TEMAN AKRAB!
Berbicaralah layaknya kepada teman akrab (intimate friend). Lihat wajah teman Anda itu dalam “pikiran mata” (mind’s eye) Anda.

SMILE!
Senyumlah, meski pendengar tidak melihat Anda. Berbicara dengan senyum, akan terasa hangat, ramah, friendly, di telinga pendengar.

KONTAK MATA!
Lakukan kontak mata! Pandanglah ia sekali-sekali untuk melakukan kontak mata (eye contact), meskipun hanya ada satu orang di ruangan –Anda sendiri!

GESTURE!
Gunakan gerakan tubuh (gesture), meskipun tidak ada orang yang melihat Anda. Anda adalah aktor. Saat berbicara di depan umum (public speaking), jika Anda punya mike portable (mudah dibawa), bergeraklah mengitari panggung. Bayangkan Anda adalah seorang aktor yang sedang “mentas” di televisi.

JEDA!
Jedalah untuk beberapa detik untuk membiarkan pesan Anda sampai ke pendengar. Saat jeda, buatlah kontak mata. Anda juga bisa jeda jika mencari gagasan berikutnya.

INFLEKSI!
Pelajarilah cara orang berbicara saat ngobrol dan gunakan pola pembicaraan itu ketika memnbaca naskah. “Intiplah” pembicaraan orang di restoran. Perhatikan bagaimana dinamika vokal mereka berfluktuasi: lebih keras, lebih lembut. Juga perhatikan obrolan itu berubah-ubah arah dan bagaimana tingkat lagu kalimat (range of inflection) mereka melebar.

MENGATASI GUGUP
Mulut Anda kering, jantung berdebar, dan lutut bergetar. Anda pun panik! Ya, Anda gugup (nervous). Lantas harus bagaimana?

1. Tarik nafas yang dalam – penuhi tubuh Anda dengan oksigen. Ini akan membantu otak Anda bekerja.

2. Gerakan badan Anda (bluff). Berdiri tegak, layaknya tentara berbaris dengan bahu dan dada yang tegap. Lalu tersenyumlah! Meskipun Anda tidak merasa bahagia atau percaya diri, lakukanlah. Anda akan tampak percaya diri dan tubuh Anda akan “mengelabui” otak Anda untuk berpikir bahwa ini adalah percaya diri. Bluff – body and smile

3. Jaga agar mulut dan tenggorokan Anda tetap basah. Siapkan selalu air mineral, jangan sampia mulut dan tenggorokan Anda kering.

4. Lancarkan aliran darah dengan memijat dahi.

5. Pastikan Anda sudah siap. Siapkan bahan pembicaraan, pahami tema atau naskah.

TEKNIK VOKAL
Penyiar harus lancar bicara dengan kualitas vokal yang baik. Teknik vokal yang diperlukan antara lain kontrol suara (voice control) selama siaran, meliputi pola titinada (pitch), kerasnya suara (loudness), tempo (time), dan kadar suara (quality).

Diafragma!
Kualitas suara yang diperlukan seorang penyiar adalah “suara perut”, suara yang keluar dari rongga badan antara dada dan perut –dikenal dengan sebutan “suara diafragma”. Jenis suara ini akan lebih bertenaga (powerful), bulat, terdengar jelas, dan keras tanpa harus berteriak.

Untuk bisa mengeluarkan suara diafragma, menurut para ahli vokal, bisa dilakukan dengan latihan pernafasan, antara lain:

a. Ucapkan huruf vocal A, I, U, E, O dengan panjang-panjang. Contoh: tarik nafas, lalu suarakan AAAAAaaaaaaaaaaaaa… (dengan bulat), terus, sampai habis nafas. Dilanjutkan lagi untuk huruf lainnya.

b. Suarakan AAAAaaaaaaa… dari nada rendah, lalu naik sampai AAAAaaaaaaa… nada tinggi.

c. Ambil napas pelan-pelan. Ketika diafragma dirasa udah penuh, buang pelan-pelan. Untuk nambah power, buang nafas itu, hela dengan cara berdesis: ss… ss… ss… (putus-putus), seperti memompa isi udara keluar. Akan tampak diafragma Anda bergerak.

d. Saat mengambil napas, bahu jangan sampai terangkat. Kalau terangkat, berarti Anda bernapas dengan paru-paru. Contoh: ketika orang sedang ambil napas mendadak karena kaget, ia akan mengambil napas dengan paru-paru. Makanya, orang kaget suka megang dada.

Intonasi!
Intonasi (intonation) adalah nada suara, irama bicara, atau alunan nada dalam melafalkan kata-kata, sehingga tidak datar atau tidak monoton. Intonasi menentukan ada tidaknya antusiasme dan emosi dalam berbicara.

Misalnya, mengucapkan “Bagus ya!” dengan tersenyum dan semangat, akan berbeda dengan mengucapkannya dalam ekspresi wajah datar, bahkan nada sinis. Latihan intonasi bisa dengan mengucapkan kata “Aduh” dengan berbagai ekspresi –sedih, kaget, sakit, riang, dan seterunya.

Aksentuasi!
Aksentuasi (accentuation) adalah logat atau dialek. Lakukan penekanan (stressing) pada kata-kata tertentu yang dianggap penting. Misal, “Saat sakit, tindakan terbaik adalah dengan minum obat”; atau “Saat sakit, tindakan terbaik adalah dengan minum obat”; “Saat sakit, tindakan terbaik adalah dengan minum obat”.

Aksentuasi dapat dilatih dengan cara menggunakan “konsep suku kata” -dan, yang, di (satu suku kata); minggu, jadi, siap, Bandung (dua suku kata); bendera, pendekar, perhatian (tiga suku kata); dan sebagainya. Ucapkan sesuai penggalan atau suku katanya!

Speed!
Gunakan kecepatan (speed) dan kelambatan berbicara secara bervariasi. Kecepatan berpengaruh pada kejelasan (clarity), juga durasi. Kalo waktu siaran sudah mepet, kecepatan diperlukan.

Artikulasi!
Artikulasi (articulation), yaitu kejelasan pengucapan kata-kata. Disebut juga pelafalan kata (pronounciation). Setiap kata yang diucapkan harus jelas, misalkan harus beda antara ektrem dengan eksim. Seringkali, dijumpai kata atau istilah yang pengucapannya berbeda dengan penulisannya, utamanya kata-kata asing seperti “grand prix” (grong pri), atau nama-nama orang Barat — -”Tom Cruise” (Tom Cruz), George Bush (Jos Bus), dan banyak lagi.

Be Yourself!
Keaslian (naturalness) suara harus keluar. Bicara jangan dibuat-buat. Anda harus menjadi diri sendiri, be yourself, tidak meniru orang lain.

Ceria!
Kelincahan (vitality) dalam berbicara sehingga dinamis dan penuh semangat, cheerful! Anda harus ceria selalu. Jangan lemas, lunglai, nanti terkesan tidak mood, apalagi ”judes”! Ingat, penyiar adalah penghibur, entertainer!

Hangat!
Keramahtamahan (friendliness) sangat penting. Anda harus sopan, hangat, dan akrab. Penyiar profesional menjadi teman dekat bagi pendengar.


Serabi dan kuah (Apam)

21 November 2008

Bahan serabi :

2 cangkir tepung terigu

1 butir telur

2 ½  cangkir air

 

Cara membuat:

  1. campurkan semua bahan.
  2. dibakar diatas cetakan serabi.

 

Bahan kuah:

Santan

Gula merah

Garam secukupnya

Daun pandan

 

Cara Membuat:

Masak semua bahan diatas sampai kental.


Rempeyek

21 November 2008

Bahan :

250 gr daun bayam (pilih yang lebar dan cuci bersih)

95 gr tepung kanji

185 gr tepung beras

1/8 sendok teh soda kue

400 ml santan

 

Bumbu yang dihaluskan :

2 siung bawang putih

1 sendok makan ketumbar

1 cm kunyit atau 3 butir kemiri

1 sendok teh garam

minyak untuk menggoreng

 

Cara membuat rempeyek :

  1. Campurkan tepung kanji, tepung beras, soda kue, dan bumbu yang dihaluskan.
  2. Tambahkan santan ke dalam adonan sedikit demi sedikit, sambil diaduk hingga rata.
  3. Celupkan daun bayam satu persatu ke dalam adonan. Angkat dan goreng dalam minyak yang telah dipanaskan.
  4. Angkat dan tiriskan daun bayam tersebut bila telah matang dan kering.
  5. Setelah dinginmasukkan ke dalam stoples.

Puding lapis

21 November 2008

Bahan :

½ loyang kue lapis (loyang ukuran sedang)

5 bungkus agar-agar warna merah/ hijau

300 gr gula pasir

2 gelas air

1 liter susu segar

1 kaleng fruit coctail

1 bungkus vanili

 

Cara membuat :

  1. Kue lapis dipotong-potong persegi setebal 1 cm
  2. Masak agar-agar dengan air gula, susu dan vanili hingga mendidih sambil diaduk-aduk.
  3. Setelah agar-agar matang, tuang ke loyang yang telah diisi dengan susunan lapis, kemudian dinginkan.
  4. Setelah agar-agar agak mengental, hiasi bagian atasnya dengan buah kaleng/fruit coctail.

Pudding Biskuit

21 November 2008

Bahan :

I. untuk alas.

   - 100 gr biskuit apa saja, kalau ada marie remal.

   - 50 gr gula halus

   - 75 gr mentega, yang sudah dilelehkan.

II. untuk lapisannya.

-         1 bungkus agar-agar bubuk

-          500 cc air, (2 gelas)

-         ¼ sdt garam, 200 gr gula pasir

-         1 sdt kulit jeruk nipis yang sudah diparut

-         100 cc air jeruk nipis/juice jeruk

-         irisan jeruk untuk hiasan, whipped cream.

 

Cara membuat :

  1. campurkan semua bahan I (untuk alas) aduk hingga rata, tuang adonan dicetakan, yang bagian bawahnya bisa dilepas. Ratakan adonan kemudian tekan-tekan sampai padat kemudian panggang selama 14-15 menit, angkat kemudian dinginkan.
  2. rebus agar-agar dengan air gula masukkan air jeruk/lemon juice
  3. ambil sedikit agar-agar yang telah direbus tadi, campur dengan kocokan telur, masukkan lagi ke dalam rebusan agar-agar. Masak beberapa saat, kemudian angkat dan dinginkan.
  4. kocok putih telur hingga kaku, masukkan agar-agar yang telah dimasak tadi sedikit demi sedikit sambil terus diaduk-aduk.
  5. tuang agar-agar ke dalam loyang yang telah di alas bikuit, dinginkan.

 

Hidangkan dengan dihias irisan jeruk dan whipped cream.


Pisang Molen

21 November 2008

Bahan-bahan :

1/2 kg tepung terigu

1 butir telor

1 gls santan/susu

1 sdm mentega/zibdah

3 sdm gula (secukupnya)

Vanili

Garam secukupnya

1/2 kg pisang (dipotong sesuai selera)

Minyak goreng (untuk menggoreng)

 

Cara membuat :

Masukkan tepung terigu, telor, santan, mentega/zibdah, gula, garam, vanili, kemudian aduk sampai rata.tambahkan air secukupnya(dan adonan tidak lengket ditangan)

ambil segenggam/sedikit adonan untuk digiling sampai menipis, dengan Ampia,

sampai ukuran no 3(pada ampia), setelah menipis adonan dipotong (sesuai selera),

kemudian ambil pisang yang telah dipotong-potong, lalu dibalut dengan adonan sampai kondisi pisang tertutup semua. Panaskan minyak, kemudian goreng pisang yang telah dibalut dengan adonan hingga matang (warna agak kecoklatan). molen siap dinikmati!


Kue Telor Gabus

21 November 2008

Bahan-bahan :

½  kg tepung nasya

1.50 ons keju

2 butir telor  (ambil putihnya saja dan diblender)

1 gelas santan kental

garam secukupnya.

minyak makan (untuk menggoreng).

 

 

Cara Membuat :

Haluskan keju, masukkan segelas santan, aduk sampai rata.

Lalu masukkan tepung nasya sedikit demi sedikit, masukkan telor dan garam secukupnya.

aduk sampai rata, Kemudian guling-gulingkan ditangan(sesuai selera),

lalu digoreng hingga kekuning-kuningan.

siap disajikan.selamat mencoba!


Kue pisang

21 November 2008

Bahan:              150 gr tepung beras

                        100 gr gula pasir

                        700 cc santan dari 1 butir kelapa

                        ½ sdt garam

                        1 lbr daun pandan

                        75 gr tepung hunkwee

                        2 buah pisang tanduk dipotong-potong

                        daun pisang untuk membungkus

 

Cara membuat:

1.      Campur tepung beras, gula pasir ,santan, garam dan daun pandan. Masak     dan aduk terus sampai adonan menjadi kental.

2.      Masukkan tepung hunkwee sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.

Ambil daun pisang, taruh 2 sdm adonan, isi tengahnya dengan potongan pisang. Bungkus, dan kukus selama 30 menit sampai matang. 


Kue Lapis

21 November 2008

Bahan:

 

375 gr tepung terigu (dicampur)

75 gr tepung kanji

375 gr gula (didihkan, gunakan setelah agak dingin)

175 cc air

900 cc santan direbus

Zat pewarna (sesuai selera)

 

Cara membuat:

 

Campurkan tepung dengan air gula hangat, aduk rata.

Masukkan air santan mendidih, aduk sampai rata benar, kemudian disaring

Adonan dibagi 3, masing-masing diwarnai putih, hijau dan merah.

Olesi layang dengan minyak.

Tuangkan kira-kira 5 sdm adonan putih, kukus sampai mengeras, tuang lagi 5 sdm adonan merah, kukus lagi, begitu seterusnya sampai adonan habis, kukus terus sampai kue matang seluruhnya.

Potong-potong kue setelah dingin benar.


Kue bohong

21 November 2008

Bahan:
1kg tepung terigu
4 1/2 ons gula pasir
1 sdm blue band
1 sdm air soda
1 sdm garam
1 sdm khamirah
1 btr telur
1 1/2 gelas air

Cara Membuat:
Khamirah dan air di aduk, sesudah agak berbuih masukkan tepung2 1/2 ons aduk lagi sampe rata,biarkan dia mengembang.gula,garam,dan air hangat 1 gelas dilarutkan.setelah larut dimasukkan ke dalm tepung yg tersisa tadi.lalu mentega dan air soda di aduk bersama khamirah yang sudah mengembang tadi sampe rata betul.bulatkan,diamkan, setelah mengembang lalu di goreng.