Ciri-ciri akan terjadinya gempa dan tips penyelamatan diri.

4 Oktober 2009

Gempa bumi yang terjadi memang menakutkan, namun hal ini tidak bisa dihindari mengingat Indonesia termasuk negara yang rawan akan gempa.

Untuk itu, mempelajari dan mewaspadai ciri-ciri yang biasanya terjadi sebelum gempa adalah hal yang bijaksana.

Ada beberapa ciri-ciri yang dapat terlihat jika akan terjadi gempa bumi. Beberapa ciri-ciri tersebut antara lain:

Lihat ke langit
gempa-imageskalau di langit ada awan yang berbentuk seperti angin tornado/seperti pohon/seperti batang, bentuknya berdiri, itu adalah awan gempa yang biasanya muncul sebelum gempa terjadi.

Awan yang berbentuk aneh itu terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan hebat dari dasar bumi, sehingga gelombang elektromagnetis tersebut ‘menghisap’ daya listrik di awan, oleh karena itu bentuk awannya jadi seperti tersedot ke bawah.

Gelombang elektromagnetis berkekuatan besar itu sendiri terjadi akibat adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi. Tapi kemunculan awan gempa seperti itu di langit tidak selalu berarti akan ada gempa. Bisa saja memang bentuknya seperti itu.

Coba diuji medan elektromagnetis di dalam rumah
- Cek siaran TV, apakah ada suara brebet-brebet ataukah tidak
- Jika terdapat mesin fax, cek apakah lampunya blinking biarpun lagi tidak transmit data
- Coba minta orang lain mengirim fax ke kita, cek apakah teksnya yang diterima berantakan atau tidak
- Coba matikan aliran listrik. Cek apakah lampu neon tetap menyala redup/remang-remang biarpun tak ada arus listrik

Kalo tiba-tiba TV brebet-brebet, lampu fax blinking, padahal sedang tidak transmitting, teks yang kita terima berantakan dan neon tetap menyala biarpun tidak ada arus listrik, itu berarti Baca entri selengkapnya »


Menjadi Manusia Unggul

12 Mei 2009

oleh: Drs. Nasukha, MSc

Peneliti di Institute for Science and Technology Studies (ISTECS)


Belakangan, istilah unggul, walaupun barangkali seringkali subjektif sesuai dengan kriteria para penggagasnya, tengah ngetrend di kalangan masyarakat. Apakah itu berupa Riset Unggulan Terpadu (RUT), Riset Unggulan Terpadu Internasional (RUTI), Sekolah Unggulan, ataupun bibit unggul.

Namun, kalau kita mau lebih mencermati, dalam setiap penggunaan kata ‘unggul’ itu, selalu terselip makna ’seleksi’ dan ‘kompetisi‘. Misalnya, untuk bisa masuk ke SMU Unggulan, tentunya seorang siswa harus memiliki NEM SLTP yang tinggi. Demikian juga untuk bisa terpilih dalam 10 besar RUTI atau diterima dalam program RUT, maka peneliti harus berkompetisi dengan semua proposal yang masuk. Artinya, sesuatu yang dianggap unggul harus telah melalui suatu proses ’seleksi’, ‘kompetisi’ dan tahapan dengan kriteria-kriteria yang terukur. Karena tanpa hal itu, yang ada adalah ‘rekayasa’, ‘pemaksaan’ dan segala tindak unfair lainnya.

Hakikat unggul dan unggulan adalah sebuah ‘proses‘. Adalah sesuatu yang harus dijalani dan diikuti. Bukan sesuatu yang given jatuh dari langit atau diperoleh dengan cara by passing (tiba-tiba). Hal inilah yang melandasi Michael Hart dalam bukunya Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah memilih dan mengakui bahwa generasi sahabat Rasulullah Saw adalah generasi terbaik yang Baca entri selengkapnya »


Perbandingan Empat Mazahab Berhubung Wanita Merdeka Nisbah Pada Pandangan Lelaki Ajnabi

9 April 2009

MALIKI:

Semua badannya, kecuali muka dan dua tapak tangan. Mubah (harus) didedahkan muka dan dua tapak tangannya di jalan dan di hadapan lelaki ajnabi,tetapi sengan syarat aman daripada fitnah. Jika ditakuti fitnah, maka wajib ditutup

HAMBALI: Ada dua qawl:

1. Semua badannya kecuali muka dan dua tapak tangan. Muka dan dua tapak tangannya halal dilihat lelaki ajnabi, jika aman daripada fitnah. Tetapi wajib ditutup sekiranya ditakuti mendatangkan fitnah.

2. Semua badannya, tampa kecuali. Ini berdasarkan kepada satu riwayat daripada Iman Ahmad dan inilah qawl yang paling sahih.

SHAFIE: Ada dua qawl berdasarkan dua riwayat daripada Iman Shafie:

1. Semua badan, tampa kecuali. Inilah qawl yang paling sahih atau paling nyata atau mu’tamad, sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Hajar al-Haytamiyy di dalam az-Zawajir dan al-Baydawiyy di dalam Tafsirnya dan juga para Ulama’ Shafie.

2. Semua badan, melainkan muka dan dua tapak tangan. Mubah didedahkan muka dan dua tapak tangan di hadapan lelaki ajnabi dengan syarat aman daripada fitnah. Wajib tutup muka dan dua tapak tangan itu bukan kerana ianya aurat, tetapi kerana menutup pintu fitnah dan fasad.

HANAFIYY: Ada dua qawl, derdasarkan dua riwayat daripada Iman Abu Hanifah:

1. Semua badan kecuali muka dan dua tapak tangan. Mubah di dedahkan muka dan dua tapak tangan di jalan dan di depan lelaki ajnabi dengan syarat aman dari fitnah. Jika ditakuti mendatangkan fitnah atau membawa kepada fasad, maka wajib ditutup.

2. Semua badannya, kecuali muka, dua tapak tangan dan dua qadam (iaitu tapak kaki) dan pergelangannya.


Bersilaturahmi

23 November 2008

Oleh ROESLI LAHANI YUNUS

BERSILATURAHMI sebenarnya bukan di bulan Syawal saja, sebagaimana umumnya dilakukan oleh umat Islam Indonesia. Silaturahmi artinya tali persahabatan atau tali persaudaraan, sedangkan bersilaturahmi mengikat tali persahabatan. Jadi, untuk mengikat tali persahabatan itu kapan saja waktunya, dan tidak boleh diputuskan, harus dilanjutkan oleh anaknya.

Kita pun diperintahkan oleh Allah untuk menjaga hubungan silaturahmi (Annisaa: 1). Sebagai umat Islam, perintah Allah itu harus dipatuhi. Orang yang mematuhi perintah Allah itu adalah orang yang takwa. Takwa artinya terpeliharanya sifat diri untuk tetap taat dan patuh melaksanakan perintah Allah serta menjauhi segala apa yang dilarang-Nya. Di sini pun termasuk kesalehan hidup seseorang. Dia pun harus insaf bahwa manusia itu dijadikan Allah untuk bertakwa kepada-Nya.

Kini dapat dimengerti, betapa pentingnya silaturahmi dalam Islam. Maka melihat pentingnya silaturahmi, dengan sendirinya permusuhan itu dilarang dalam Islam. Berbagai macam dan cara untuk menimbulkan permusuhan, terutama orang-orang yang benci terhadap Islam, seperti pertentangan, peperangan, berjudi, minum khamar, dan sebagainya. Itulah sebabnya dalam Islam dilarang berjudi dan meminum-minuman keras.

Dalam Quran surat Almaaidah: 91, Allah telah berfirman,

“Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingati Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”.

Di sini pun perlu keimanan seseorang dalam menempuh hidup karena setan itu ada di sekeliling kita. Setan itu selalu berbuat untuk memalingkan umat Islam dari keyakinannya (keimanan).

Silaturahmi yang dianjurkan dalam Islam berguna juga untuk mempersatukan pendapat dan keyakinan. Satunya pendapat dan keyakinan sebenarnya sudah ada dalam Alquran dan Hadis (bukan yang palsu). Orang di luar Islam berusaha memalsukan dan memutarbalikkan yang benar itu. Di sini diperlukan keimanan yang kuat.

Kuatnya keimanan seseorang tidak akan goyah oleh uang, kedudukan, pangkat, dan sebagainya. Itulah gunanya bersilaturahmi dan silaturahmi inilah yang memperkuat tali persahabatan atau persaudaraan. Persahabatan atau persaudaraan ini perlu dibina sepanjang masa. Pembinaannya dengan mempersatukan pendapat dan keyakinan.

Dalam kata lain, silaturahmi pun dapat dikatakan bersalam-salaman. Ini pun suatu tanda bahwa pendapat dan keyakinan itu telah menyatu. Dengan silaturahmi itu akan tumbuh rasa kasih sayang dan mereka itu akan dikasihi pula oleh Allah.

Sekiranya terjadi persatuan (pendapat) di Indonesia, tentu tidak akan sebanyak ini partai politik di tanah air. Dari sini dapat kita lihat bahwa persatuan di Indonesia tidak atau belum terlaksana.

Belum terlaksananya persatuan di Indonesia sudah jelas disebabkan tali persahabatan itu masih longgar. Untuk memperkuat tali persahabatan itu, yaitu dengan bersilaturahmi, dan terutama sekali persatuan dalam agama.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Q.S. Ali Imran: 103).

Semakin jelas sekarang, mengapa terjadi berbagai cobaan terhadap bangsa dan negara Indonesia belakangan ini. Semuanya itu disebabkan tidak berpegang kepada tali (agama) Allah. Penyebab lain karena tidak bersatu. Sebenarnya kita telah berada di jurang kehancuran, tetapi Allah masih punya kebijaksanaan.

Kita berkaok-kaok “mari bersatu”, tetapi semuanya itu di mulut belaka. Kita semuanya mengerti, harus sesuai mulut dengan hati. Umumnya bangsa Indonesia “berlainan mulut dengan hati”. Ya di mulut, tetapi hati mengatakan tidak.

Di sini diperlukan keyakinan atau keimanan. Umat Islam harus yakin bahwa apa yang terjadi adalah cobaan dari Allah. Semua yang terjadi di Indonesia seperti kebakaran, gempa, longsor, banjir, dan sebangsanya adalah cobaan semata. Bagi mereka yang terkena musibah itu adalah siksaan dan yang dekat dengan musibah itu terbawa karena tidak pernah memberi peringatan kepada yang berbuat, seperti berbuat maksiat, menebang kayu (yang menimbulkan longsor), dan sebangsanya.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan” (Q.S. Alanbiyaa: 35).

Cobaan itu bukan berupa buruk dan baik saja, tetapi anak, istri, pangkat, kedudukan, kekayaan, dan harta.

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar” (Q.S. Attaghaabun: 15).

Semuanya yang baik itu adalah berkat silaturahmi karena bersilaturahmi dapat saling nasihat-menasihati, bertukar pikiran, tukar pengalaman, saling menerima dan memberi, saling tunjuk-menunjuki, dan sebangsanya.

Manfaat silaturahmi, di samping hubungan baik antara manusia dan manusia, silaturahmi dapat pula memperpanjang umur. Yang dimaksud memperpanjang umur, kita akan selalu diingat oleh pihak yang dikunjungi, demikian pula sebaliknya.

Kita pun yakin bahwa umur itu di tangan Allah. Allah yang menentukan kematian seseorang. Kecil akan meninggal, tua, muda, laki-laki, dan perempuan akan meninggal. Ibarat daun, yang masih hijau akan gugur dan yang sudah mersik pun akan mencium tanah.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan, dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali (semua makhluk)” (Q.S. Qaat: 43).

Jelas sekarang, bahwa kematian itu di tangan Allah. Nama yang selalu dikenang sebab dia selalu bersilaturahmi. Silaturahmi betul-betul bermanfaat bagi kehidupan manusia.