Ingin anak laki atau anak perempuan? Sebetulnya anak laki atau anak perempuan sama saja. Namun banyak dari orang tua, jika mungkin ingin memilih jenis kelamin anaknya dengan berbagai alasan. Entah karena alasan kepercayaan ataupun karena ingin anak yang berikutnya berbeda kelamin dengan anak sebelumnya. Banyak mitos, kepercyaan, penelitian atau percobaan telah dilakukan untuk dapat menentukan jenis kelamin sang calon janin. Antara lain dengan memakan makanan tertentu yang diyakini dapat mempengaruhi jenis kelamin si calon anak. Majalah New Scientist mengemukakan sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Alexander Lerchl seorang ilmuwan dari Universitas Muenster, Jerman. Ia membuktikan bahwa jenis kelamin anak sangat mungkin tergantung dari cuaca apa yang sedang terjadi satu bulan sebelum konsepsi (pembuahan) berlangsung. Penelitian yang dilakukan Lerchl adalah dengan membandingkan bayi-bayi yang dilahirkan di Jerman antara tahun 1946-1995 dengan temperatur bulanan dan melihat apakah temperatur itu mempengaruhi jenis kelamin bayi. Ia menemukan bahwa lebih banyak bayi laki-laki lahir setelah musim panas dan bayi perempuan lahir sesudah musim dingin berlalu. Juga fluktuasi temperatur yang kecilpun mempunyai impak terhadap rasio jenis kelamin anak. Kata Lerchl temperatur memainkan peranan penting sewaktu sperma sang ayah mulai matang. Ia berspekulasi bahwa suhu udara yang panas menghancurkan sperma yang membawa kromosom X dibanding dengan sperma yang membawa kromosom Y, sehingga dengan begitu embrio tumbuh menjadi bayi dengan jenis kelamin laki-laki.
Namun lanjutnya, bukan berarti orang-orang yang hidup dalam iklim panas mempunyai anak laki-laki lebih banyak dibanding anak perempuan karena orang cenderung untuk menyesuaikan pakaian mereka dengan cuaca setempat dan suhu kulit tidak begitu banyak berbeda dengan tempat-tempat yang berlainan. Tapi ia percaya bahwa pemanasan global akan menambah rasio pria dibanding wanita. Majalah tersebut menambahkan bahwa kemungkinan lain untuk menjelaskan teori ini adalah sperma yang membawa kromosom pria Y merupakan “perenang yang cepat” sehingga dapat segera membuahi sel telur. Namun belum dibuktikan apakah teori ini benar jika diterapkan di Indonesia yang memiliki iklim panas dan lembab, mengingat jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibanding penduduk pria ?
Pengaruh Cuaca
26 Agustus 2009Perbandingan Empat Mazahab Berhubung Wanita Merdeka Nisbah Pada Pandangan Lelaki Ajnabi
9 April 2009MALIKI:
Semua badannya, kecuali muka dan dua tapak tangan. Mubah (harus) didedahkan muka dan dua tapak tangannya di jalan dan di hadapan lelaki ajnabi,tetapi sengan syarat aman daripada fitnah. Jika ditakuti fitnah, maka wajib ditutup
HAMBALI: Ada dua qawl:
1. Semua badannya kecuali muka dan dua tapak tangan. Muka dan dua tapak tangannya halal dilihat lelaki ajnabi, jika aman daripada fitnah. Tetapi wajib ditutup sekiranya ditakuti mendatangkan fitnah.
2. Semua badannya, tampa kecuali. Ini berdasarkan kepada satu riwayat daripada Iman Ahmad dan inilah qawl yang paling sahih.
SHAFIE: Ada dua qawl berdasarkan dua riwayat daripada Iman Shafie:
1. Semua badan, tampa kecuali. Inilah qawl yang paling sahih atau paling nyata atau mu’tamad, sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Hajar al-Haytamiyy di dalam az-Zawajir dan al-Baydawiyy di dalam Tafsirnya dan juga para Ulama’ Shafie.
2. Semua badan, melainkan muka dan dua tapak tangan. Mubah didedahkan muka dan dua tapak tangan di hadapan lelaki ajnabi dengan syarat aman daripada fitnah. Wajib tutup muka dan dua tapak tangan itu bukan kerana ianya aurat, tetapi kerana menutup pintu fitnah dan fasad.
HANAFIYY: Ada dua qawl, derdasarkan dua riwayat daripada Iman Abu Hanifah:
1. Semua badan kecuali muka dan dua tapak tangan. Mubah di dedahkan muka dan dua tapak tangan di jalan dan di depan lelaki ajnabi dengan syarat aman dari fitnah. Jika ditakuti mendatangkan fitnah atau membawa kepada fasad, maka wajib ditutup.
2. Semua badannya, kecuali muka, dua tapak tangan dan dua qadam (iaitu tapak kaki) dan pergelangannya.
Wewenang Wanita Dalam Pengadilan (Suatu Tinjauan Dari Sudut Perbedaan Gender)
9 April 2009oleh: Tgk. Kamil Syafruddin
Sebelum datangnya Islam keadaan wanita sangat memprihatinkan dan diperlakukan secara sangat tidak manusiawi seakan-akan mereka bukanlah manusia. Kaum Yunani kuno yang merupakan umat yang paling berbudaya dan berperadaban yang memiliki Atena sebagai kota hikmah, falsafah, kedokteran, keilmuan, memperlakukan wanita tak ubahnya seperti barang dagangan yang bisa diperjualbelikan. Orang Yahudi memperlakukan wanita tak lebih dari pembantu rumah tangga, sehingga seorang ayah diperbolehkan menjual anak wanitanya yang masih kecil dan menerima imbalan -uang- dari penjualan anaknya itu. Orang Parsi sebelum islam melihat wanita merupakan sesuatu yang bisa dimonopoli, dan selalu memperlakukan mereka secara tak adil dalam segala segi kehidupan. Sedangkan wanita India merupakan wanita yang tidak mempunyai hak apa-apa dalam kehidupannya setelah suaminya meninggal dunia, apabila suaminya meninggal maka dia pun membakarnya dan setelah itu keberadaannya tak dianggap sama sekali -wujuduha ka ‘adamiha-. Orang Arab Jahiliah menganggap wanita merupakan bagian dari harta warisan yang bisa diwarisi sebagaimana mewarisi harta. Kemudian datanglah Islam yang melepaskan wanita dari segala kedhaliman ini, memperlakukannya dengan segala keadilan, penuh kehormatan, dan mengangkat wanita ketempat yang penuh dengan kemuliaan. Islam memberikan wanita hak dalam kehidupan, warisan, pemilikan, serta pendidikan sejak 14 abad yang lalu, sedangkan barat sendiri mengakui hak-hak wanita baru pada abad ke 19.
Allah swt berfirman : { الرجال قوامون على النساء} Laki-laki merupakan orang yang bertanggungjawab atas keluarganya -anak dan istri- dan menjaga mereka dari segala gangguan dan kejahatan, dan itu bukan berarti bahwasanya islam memperlakukan wanita secara Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh Perpustakaan Pribadi
Ditulis oleh Perpustakaan Pribadi
Ditulis oleh Perpustakaan Pribadi 