Pengaruh Cuaca

26 Agustus 2009

Ingin anak laki atau anak perempuan? Sebetulnya anak laki atau anak perempuan sama saja. Namun banyak dari orang tua, jika mungkin ingin memilih jenis kelamin anaknya dengan berbagai alasan. Entah karena alasan kepercayaan ataupun karena ingin anak yang berikutnya berbeda kelamin dengan anak sebelumnya. Banyak mitos, kepercyaan, penelitian atau percobaan telah dilakukan untuk dapat menentukan jenis kelamin sang calon janin. Antara lain dengan memakan makanan tertentu yang diyakini dapat mempengaruhi jenis kelamin si calon anak. Majalah New Scientist mengemukakan sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Alexander Lerchl seorang ilmuwan dari Universitas Muenster, Jerman. Ia membuktikan bahwa jenis kelamin anak sangat mungkin tergantung dari cuaca apa yang sedang terjadi satu bulan sebelum konsepsi (pembuahan) berlangsung. Penelitian yang dilakukan Lerchl adalah dengan membandingkan bayi-bayi yang dilahirkan di Jerman antara tahun 1946-1995 dengan temperatur bulanan dan melihat apakah temperatur itu mempengaruhi jenis kelamin bayi. Ia menemukan bahwa lebih banyak bayi laki-laki lahir setelah musim panas dan bayi perempuan lahir sesudah musim dingin berlalu. Juga fluktuasi temperatur yang kecilpun mempunyai impak terhadap rasio jenis kelamin anak. Kata Lerchl temperatur memainkan peranan penting sewaktu sperma sang ayah mulai matang. Ia berspekulasi bahwa suhu udara yang panas menghancurkan sperma yang membawa kromosom X dibanding dengan sperma yang membawa kromosom Y, sehingga dengan begitu embrio tumbuh menjadi bayi dengan jenis kelamin laki-laki.
Namun lanjutnya, bukan berarti orang-orang yang hidup dalam iklim panas mempunyai anak laki-laki lebih banyak dibanding anak perempuan karena orang cenderung untuk menyesuaikan pakaian mereka dengan cuaca setempat dan suhu kulit tidak begitu banyak berbeda dengan tempat-tempat yang berlainan. Tapi ia percaya bahwa pemanasan global akan menambah rasio pria dibanding wanita. Majalah tersebut menambahkan bahwa kemungkinan lain untuk menjelaskan teori ini adalah sperma yang membawa kromosom pria Y merupakan “perenang yang cepat” sehingga dapat segera membuahi sel telur. Namun belum dibuktikan apakah teori ini benar jika diterapkan di Indonesia yang memiliki iklim panas dan lembab, mengingat jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibanding penduduk pria ?


JIWA AL-QUR’AN (kajian Atas Surah al-Baqarah)

13 November 2008

Kajian ini akan mendalami Surah al-Baqarah yang antara lain berisi kisah sejarah manusia dari masa penciptaan Adam hingga masa Nabi Muhammad, surah al-Baqarah banyak menyinggung perilaku Bani Israel, bangsa yang dikenal keras kepala. Secara spesifik, kisah sapi betina (baqarah) dijadikan contoh bagaimana buruknya perilaku mereka. Bani Israel melambangkan perjuangan hawa nafsu (ego) yang ingin memegang kekuasaan, sebuah perjuangan yang malah membawa kesengsaraan, kesedihan, dan kekecewaan. Jalan menuju kebahagiaan, seperti ditunjukkan surah ini, adalah dengan menundukkan hawa nafsu.

Surah al-Baqarah memberikan semacam peta tentang jalan mana yang harus diikuti dalam rangka meraih kepasrahan dan pengetahuan tentang Allah. Selain itu, surah ini mengandung banyak sekali panduan orisinil tentang bagaimana suatu komunitas dapat bertahan, bagaimana anggota-anggotanya harus berperilaku sebagai individu, sebagai keluarga, dan sebagai entitas sosial. ada lagi hukum-hukum tentang jihad, lahir dan batin. Juga, tentang kapan, di mana, dan mengapa kita harus berjihad.

Tema-tema :

I. Tiga golongan manusia dalam menghadapi al-Qur’an.: Ayat 1-39

Golongan Mu’min.

Golongan Kafir.

Golongan Munafiqin.

II. Kisah Bani Israel: Ayat 40-86

Kisah Bani Israil diceritakan menurut catatan-catatan dan tradisi mereka.

Keistimewaan yang mereka peroleh dan betapa mereka menyalahgunakan Kisah manusia secara umum yang dilukiskan sebagai perumpamaan.

III. Kisah Nabi Musa dan Nabi Isa: Ayat 87-141

Kisah Nabi Musa dan Nabi Isa, dan perjuangan yang mereka hadapi atas masyarakat yang begitu keras kepala.

IV. Perbuatan Kemanusiaan sebagai Lambang Keimanan: Ayat 142-286

Ka’bah yang merupakan pusat peribadatan yang universal dan lambang persatuan Islam. Dan masalah keimanan, perbuatan baik, mengerjakan shalat, zakat, jujur dan tabah menghadapi segala kesulitan.

Peraturan-peraturan yang meliputi soal-soal makanan dan minuman, harta waris, puasa, jihad, minuman keras dan perjudian, perlakuan terhadap anak-anak yatim dan kaum perempuan, dsb.

Kisah Saul (Thalut), Goliath (Jalut) dan Daud.

Tafsir Sufi atas Ayat-u ‘l-Kursiy, Yakni “Ayat Tahta” yang begitu agung, dari masa ke masa. Dan penekanan pada iman, ketaatan, arti tanggungjawab pribadi dan do’a. Mengenai kebaikan yang sebenarnya terletak dalam perbuatan kemanusiaan yang nyata, murah hati, dan keimanan yang kuat.