Berani Tampil Islami

Islam sama dengan kampungan? No way, man! Lalu apa sebabnya Islam dijauhi umatnya sendiri? Simak deh tulisan ini dan jadilah punggawa Islam!

Seorang cendekiawan muslim nasional pernah menulis dalam sebuah situs Islam, “Jika syari’at Islam diterapkan di Indonesia, maka yang pertama-tama akan menjadi korban adalah kaum wanita.” Di mata sang cendekiawan yang berkaca mata itu, wanita memang selalu dikorbankan dalam hukum Islam. Harus tinggal di rumah, wajib berkerudung dan berjilbab, nggak boleh menuntut ilmu tinggi-tinggi, hak politiknya dibatasi, dan kudu rela dipoligami. Bagian terakhir ini perlu dicetak tebel karena banyak bikin kaum wanita ‘kegerahan’.

En, beberapa tahun silam, (lagi-lagi) seorang tokoh muslim mengatakan bahwa kalau Indonesia menjadi negara Islam nanti orang-orang non-muslim bakal disunatin (ih, syerem). Lebih parah lagi, seorang non-muslim yang kebetulan jadi petinggi di negeri juga pernah berkomentar bahwa kalau Indonesia menjadi negara Islam maka bisa-bisa orang non-muslim dihabisi.

Guys, kesan Islam sebagai agama yang ‘kumuh’ dan kampungan (baca:

antimodernitas) dan antikemanusiaan sering ditulis orang. Omongan-omongan di atas baru sebagian saja. Gampangnya, mereka pengen bilang gimana manusia bisa maju kalau pake aturan dari jaman onta! Alamak.

Meski yang ngomongin masalah itu segelintir orang, tapi efeknya gede. Apalagi mereka adalah public figure dan dikenal sebagai kaum intelek. Hasil dari omongan tadi adalah banyak orang yang jiper alias grogi tampil sebagai muslim kaffah. Daripada dicap kampungan dan ekstrim mendingan banting stir dan mencari pilihan lain.

Malpraktek kaum muslimin

Pernah denger kan istilah malpraktek? Itu tuh, sebutan untuk kecerobohan dalam praktek yang mengakibatkan kegagalan. Misal, pasien yang harusnya dioperasi usus buntu-nya, eh malah dicangkok jantung (jauh beneeer!). Lho, apa hubungannya sama kaum muslimin? Emangnya dokter? Yup, bukan cuma dokter yang bisa begini, siapa pun bisa, kaum muslimin juga bisa.

Malpraktek-nya kaum muslimin adalah salah memahami dan mempraktikkan Islam. Misal, ada remaja muslim yang rajin shalat tapi getol juga ngoleksi pacar. Atau remaja putri yang berkerudung tapi berkaos ketat ditambah celana yang juga nyekek abis. Bukannya menutup aurat dan menjaga diri, malah bikin orang bukan cuma ngelirik tapi juga melotot segede mata Spongebob Squarepants. Ada juga remaja mesjid yang seneng mengusap-usap al-Quran segirang hatinya saat mengusap-usap rambut pacarnya. Begitupula ada bapak-bapak yang suka berpeci, bersarung, tapi lebih seneng ngotak-ngatik primbon ketimbang membolak-balik al-Quran. Di tempat lain, ada kaum muslimin yang mengharamkan pengeras suara di mesjid, mengharamkan televisi, radio, internet, bahkan melarang anak-anaknya bersekolah.

Di tingkat dunia, malpraktek ini juga menjadi-jadi. Ukhuwah Islamiyyah yang jadi ciri umat Islam malah porak poranda. Arab Saudi yang ngaku-ngaku sebagai ‘khadimul haramain’, pelayan dua tanah suci, ternyata juga menjadi pelayan imperialis macam AS dan konco-konconya untuk menggempur si kecil Irak. Begitu juga Iran yang hobi mencaci maki AS, tapi diam saja melihat Irak dan Palestina digempur AS dan ‘anak asuh’nya, Israel.

Sobat, kesalahan praktik oleh umat Islam menjadi bumerang untuk umat Islam sendiri. Ke dalam, hal itu membuat orang Islam males menekuni agamanya sendiri. Islam itu kesannya norak, kampungan, juga bikin bingung. Lalu di mata orang lain, Islam itu disinisi sebagai agama terbelakang. Muhammad Abduh pernah bilang, “Al Islamu mahjubun bil muslimin – agama Islam terhalangi oleh kaum muslimin.” Yup, cahaya dan keagungan Islam pudar oleh perbuatan umatnya sendiri. So, nggak salah-salah amat kalau kamu yang coba memperjuangkan Islam bisa dicap KKN – Kampungan, Kuper, dan Norak.

Tetep konsisten

“Bersamamu, aku tegar!” gitu deh kata Rossa yang udah jadi istrinya Yoyo, drummer Padi. Guys, kalau kamu udah ngeh dengan cerita di atas, bahwa noraknya Islam itu sebagian adalah akibat ulah kaum muslimin, semoga kamu terlecut untuk berbuat yang benar. Singsingkan lengan bajumu dan tunjukkin kalau Islam nggak kayak begitu. Bahwa Islam itu rahmat semesta alam.

Setiap muslim wajib taat syari’at. Ibaratnya, mulai dari detak jantung, aliran darah dan tarikan nafas, kudu sesuai dengan aturan Islam. Makan, minum, berpakaian, pergaulan, keyakinan soal nasib-jodoh-ajal, semua diatur amat rinci oleh Islam. Untuk kita, ukuran baik-buruk adalah halal dan haram.

Yakin aja kalau Islam itu nggak bakal nyusahin manusia. Karena, ketaatan pada Islam bukan berarti gaya hidup kita kudu sama persis ama keadaan waktu Islam turun. Kudu bergamis, naik unta, dan tinggal di kemah-kemah. Islam juga mendorong umatnya untuk berkreasi dan hidup maju. Buktinya, nggak sedikit alim ulama yang jadi pionir dan pelopor ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dunia. Kedigjayaan Islam ini diakui oleh banyak ilmuwan Barat lho. Victor Robinson, penulis buku The Story of Medicine menggambarkan bahwa dibandingkan kaum muslimin, Eropa ketinggalan jauh dalam soal kebersihan dan kesehatan. “Eropa sedang kotor, Cordova membangun ribuan tempat pemandian; Eropa terbungkus daki, Cordova mencuci pakaian dalam; Eropa berkubang lumpur.” Nah, kalau orang kafir aja udah ngakuin kehebatan Islam, mestinya yang muslim makin pede. [januar]

Biar pede jadi muslim

Karenanya, jangan ragu en bimbang untuk jadi remaja muslim sejati. Di tangan kita sudah ada segenggam berlian yang diburu banyak orang, sayang banget kalau dibuang. So, busungkan dadamu dan bangga deh jadi remaja muslim. Tapi gimana caranya?

Kenali Islam dalam-dalam. Pepatah lama bilang; tak kenal maka tak cinta, tak cinta maka tak sayang. Banyak remaja yang menjauh dari Islam karena emang nggak kenal Islam. Menurut mereka Islam itu cuma sekedar ngurusin shalat, puasa, dan zakat. Pikiran ini makin parah dengan isu-isu terorisme, fundamentalisme, dan fanatisme. Supaya nggak tersesat, nggak ada jalan lain kecuali mendalami Islam. Coba deh mulai pelajari Islam. Datang ke majlis taklim, pengajian sekolah, gaul ama anak-anak rohis, dan baca apa saja tentang kebenaran Islam.

Mulai care ama urusan kaum muslimin. Baca koran, denger radio dan tonton televisi, bahwa di luar rumahmu banyak kaum muslimin yang butuh uluran tangan. Orang yang berbahagia, adalah orang yang juga mau berbagi sama orang lain.

Buat para aktivis, jangan eksklusif. Gimana teman-temanmu mau ikutan ngaji kalau para aktivisnya menutup diri dan ogah bergaul dengan dunia luar. Nah, mulai deh menarik simpati kawan-kawanmu. Tunjukkan bahwa aktivis dakwah itu bersahabat dengan semua orang dan punya solidaritas yang tinggi. Mereka yang belum ngaji adalah karena belum tahu, so tugas kalianlah memberi tahu mereka. Jadilah sales Islam terbaik. Insya Allah, kemenangan akan tiba.

Jangan takut dicap aneh. Pembawa kebenaran, emang kudu siap dicap aneh; pake jilbab disangka nenek-nenek mo ke pengajian, rajin ngaji disangka nyari berkat, pake sarung disangka abis disunat. Don’t worry guys! Sebutan aneh juga ditujukan buat para nabi dan rasul juga para pendukungnya. Nabi saw. berpesan: “Islam itu datang sebagai perkara yang asing, dan akan kembali asing sebagaimana datangnya, maka beruntunglah orang-orang yang asing!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: