APA YANG TERJADI DENGAN TEMPAT TINGGAL KITA?

Mukaddimah

Dimana manusia ? pertanyaan simpel, tetapi menarik untuk dicari jawab. Masing-masing kita mungkin secara sekilas mampu memberi jawaban sesuai kadar pengetahuan dan kegeniusan intelektualnya. Apalagi seorang filosof, pertanyaan diatas adalah medan risetnya. Tapi biarlah kita jadi orang biasa dengan menjawab : bumi tempat manusia berada. Bumi dimana manusia beranak pinak, turun temurun, dan hidup mati, ternyata bukanlah segala-galanya. Ia bukanlah pusat tata surya apalagi inti jagad raya (universe). Ia hanya ibarat debu di dalam cosmos. Maka untuk lebih jelasnya kita akan meninjau dimana bumi kita berada dan apa yang terjadi pada tempat tinggal kita ini ? Bagaimana kita boleh tinggal di globe bulat ini ?

Semuanya kita bahas dengan fakta scientific mutakhir serta pemahaman yang benar terhadap ayat al-Quran tentang fakta tersebut. Semua ini kita maksudkan untuk mengenal siapa kita, siapa Pencipta kita dan menambah serta memperkuat iman kita, beriman pada Allah, al-Quran dan rasulNya!!!

.I.Bumi bulat dan berotasi.

Gerak-gerak bumi

1. Rotasi = 1044 mil/jam

2. evavorasi = 67.000 mil/jam atau 106.200 km

3. Mengelilingi galaxi = 497.000 mil/jam (revolusi) 1×250 juta tahun.

4. Mengelilingi bintang vega (nasr) = 43.000 mil/jam

Dalil al-Quran tentang bulatnya bumi : “Dia menutup malam atas siang dan menutup siang atas malam (QS.az-Zumar : 5).

Ayat diatas menunjukkan bulatnya bumi dengan isyarat lingkaran selaput udara (atmosfir) malam/siang dan juga pergantian malam/siang secara singkat.

Dalam ayat lain, allah juga berfirman : “Apakah mereka tidak melihat kami mendatangi bumi lalu kami kurangi dari tepi-tepinya ?”.

Rotasi Bumi

– Diameter bumi di garis khatulistiwa = 7927 mil.

– Diameter bumi diantara dua kutub = 7900 mil.

– Luasnya = 260 Billion mil persegi.

– Massanya = 6600 juta ton.

– Jauh dari matahari = 149 juta km. Bulan januari mendekati matahari = 147,1 juta km. Dan pada bulan juli menjauhi matahari 152,1 juta km.

– jauh dari bulan = 240.000 mil (385.000 km)

– lama putaran (rotasi) = 23 jam, 56 menit, 4 detik.

– Lama evolusi = 365 hari, 6 jam, 9 menit, 20 detik.

Dalil rotasi bumi :

– “Allah mempergantikan malam dan siang. sesungguhnya pada yang sedemikian itu, terdapat pelajaran yang besar bagi orang-oarang yang mempunyai penglihatan. (QS.An Nur : 44).

– “…Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat.(QS.al A’raf : 54).

– “Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu. Kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami dengan tarikan yang perlahan-lahan.(QS.al Furqan : 45-46).

II. Bumi mengelilingi matahari :

– Timbulnya zodiak.

– Kecepatan bumi kala mengelilingi matahari = 18,5 mil/detik.

– Perputaran ini sesuai dengan hukum keppler dan Newton.

Allah ta’ala berfirman : “Allah lah yang telah meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat.(QS.Ar ra’du : 2). Ia juga berfirman : “Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).(QS. ar Rahman : 7). Demikian pula difirmankan dalam QS.Yasiin : 40, “Dan masing-masing beredar dalam garis edarnya”. Dan hal senada telah difirmankan dalam QS. an Naml : 88.

– Kalau putaran lebih cepat akan keluar dari orbit.

– Timbul oleh karena putaran Helig, bermacam-macam musim.

“sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.(QS.ali Imran : 190).

– Timbul dari padanya gerhana gerhana.

III. Selaput air di bumi

– Air meliputi 71 % bumi dengan kedalaman 3,8 km, selebihnya adalah benua.

– Kadar air di bumi tidak lain adalah untuk menjaga keseimbangan panas bumi.

“Dan kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi,dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya. (QS.al Mu’minun : 18).

Dalam QS.al Hijr : “Dan tidak ada sesuatupun kecuali pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.

FirmanNya : “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.(QS.al furqan : 53).

Juga dalam QS. ar Rahman 19-20 : “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Hal ini timbul karena fenomena tegangan permukaan (at tawaatur as suthiy) disebabkan perbedaan gravitasi / gaya tarik partikel air.

– Isyarat pada sistem hidrolic yang kontinyu.

– Adanaya fenomena pengapungan. FirmanNya : “…dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendakNya.(QS.Ibrahim : 32).

IV. Selaput Udara Bumi

– Tinggi udara dari atas permukaan plus minus 1000 km. Udara punya tekanan seberat 1 kg / 1 cm2. Kalau tidak ada udara dalam badan kita maka tidak sanggup kita melangkah.

– Udara mengandung 78% nitrogen, 21% oksigen, 1% gas lainnya,( H, Co2).

– Rekatnya nitrogen dan oksigen ke permukaan bumi karena kepadatannya dan kebutuhan makhluk.

– Adanya keserasian saling ganti oksigen antara makhluk hidup dan tumbuhan, dihisapnya Co2 dan dikeluarkannya O2 murni hingga keadaan kadarnya selalu tetap dalam proses fotosintesis.

– O2 mengisap sinar berbahaya dari luar seperti ultra violet dari ketinggian 20 km dari permukaan laut, juga berubahnya O2 menjadi ozon.

– Sebagaimana adanya sabuk Van Allen (Van Allen Belt). Firman Tuhan : “Dan kami menjadikan langit itu sebagaimana atap yang terepelihara, sedang mereka berpaling dari dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. (QS.al Anbiya’ 32).

– Dengan udara pula cahaya bisa sampai dari matahari dan sebagai media pengantar suara.

Lapisan Udara Bumi:

– Lapisan Troposfere, 18 km – khatulistiwa, 8 km/kutub.

– Lapisan Statosfere, 80 km dari permukaan.

– Lapisan Thermosfere/Ionosfere, 80 km-450 km.

– Lapisan Exosfere, 560 km, berkurangnya kepadatan udara dan mirip gas kosmos, berfungsi membakar meteor.

V. Gelap Terangnya Bumi

– tujuh warna dari matahari :

– “Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja. (QS.al Insyiqaq : 16)

– “Dan subuh apabila mulai terang.(al Mudatstsir : 34).

– Luar angkasa gelap gulita : 200 km keatas.

FirmanNya : “Apakah kamu yang lebih sulit penciptaaanya ataukah langit? Allah telah membangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.(QS.an Naazi’at : 27-29).

QS.al Hijr 14-15: “Dan jika seandainya kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata : “sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan Kami adalah orang-orang yang kena sihir”.

Dalam QS.Yasiin : 37, “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.”

– Memang ternyata siang keluar dari malam, dan datang bagai tiba-tiba.

VI. Hukum alam (Sunanullah)

I. Hukum gravitasi umum

– Newton berkata :” susah dimengerti; kita melihat materi mati menarik materi lain tanpa penghubung antara keduanya.”

– Hukum gravitasi ini diungkapkan Newton pada hukum mekanika newton III.

– Semua di bumi saling tarik menarik, yang besar menarik yang kecil.

– Gaya gravitasi tidak kelihatan tapi ada :

– “Allah-lah yang telah meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat”.(QS.ar Ra’du : 2)

– “Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit?”.(an naazi’at : 27). Allah menyerupai langit dengan bina’, maka tak jauh beda dengan bangunan yang dibuat manusia di bumi.

– Adanya keseimbangan antara dua kekuatan, maka Allah berfirman : “…dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya, sesungguhnya Allah benar-benar Maha pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.(QS. al Hajj : 65). Karenanya semua pada orbit : “matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan, dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya, dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).

Dengan prinsip keserasian gaya inilah dasar perhitungan dalam peluncuran roket (keseimbangan gaya tarik dan gaya tolak dari pusat bumi).

– Berat kita adalah : massa + jari-jari lingkaran.

– Betapa pun besar gerak gravitasi, tapi kita merasa tenang, karena Allah swt berfirman : “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya, dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.(QS.al Mulk : 15).

– Juga kegunaan gravitasi :

1. Melahirkan bintang (gravitasi dari gas dan debu cosmos).

2. Mematikan bintang (kala berakhirnya fusi nuklir, berubahlah gaya gravitasi, bertambah kecepatan (sesuai hukum kuantitas gerak) berubahlah menjadi bintang neutron dan black hole, Allah swt berfirman : “Demi bintang ketika terbenam”.(QS.an najm : 1), “Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan”.(QS.at Takwiir : 1-2).

3. Menentukan kecepatan orbit planet dalam solar sistem (sesuai hukum kepler III).

Ayat juga menunjukkan dua fenomena penting : “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.”(Adzariyat: 47)

2. Materi dan Energi.

Saintis sekarang tanpa ragu meyakini bahwa materi dan energi tiada bedanya keduanya bisa berubah satu sama lain sesuai rumusan Einstein : E=MC2. Materi (partikel)berubah jadi energi bila berjumpa dengan lawannya(anti partikel), contoh: elektron berjumpa positron, dan menghasilkan energi sangat dahsyat. 1 gram materi yang sirna menghasilkan 20 milyar kalori = terbakarnya 17 ton batu bara. Ini terbukti dalam reaksi nuklir yang menghasilkan sinar gama. Begitulah terjadi dengan matahari yang kehilangan 13,6 juta ton materinya setiap detik untuk mensuplai energi untuk kita…!

VII. Bagaimana Jagad Raya Awal Mula di Ciptakan

Untuk menjawab pertanyaan diatas bukanlah hal yang mudah karena kita butuh penelitian/eksperimen yang serba detail dan waktu yang tak terhingga. Bahkan sebelum abad ke 20, banyak ulama/scientis mempertanyakan hal ini namun belum mendapat jawabannya. Baru pada permulaan abad ke 20, ahli kosmologi memberikan jawaban yang cukup mengejutkan…

Allah bahkan menyuruh kita umat islam untuk meneliti bagaimana penciptaan pertama kali terjadi : “Katakanlah : “berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya.

Ada tiga teori dikemukakan para scientist dalam menafsirkan awal mula terbentuk jagad raya :

1. Steady State Theory

Teori ini dikemukakan para materialis, dasar teori ini tidak mengakui awal penciptaan.

2. Pulsating Theory

Teori denyutan, tapi tidak banyak diakui ulama.

3. Big Bang Theory

Teori ledakan dahsyat ini hampir diterima oleh semua scientis karena kuatnya dalil eksperimen yang tak terbantahkan. Teori ini diungkap astronom George leminter tahun 1931, yang mengatakan awal mula jagad raya disebut bola kosmos.Teori ini didasari oleh temuan Edwin Hubble tahun 1924, dengna demikian tersingkaplah rahasia penciptaan alam. Ternyata bumi dan langit awal mulanya bersatu padu dan sama sekali tidak statis sebagaimana diakui Stephen Hawking, tetapi terus berkembang atau meluas; mengikuti hukum Allah dalam firmanNya : “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya”. (QS.adz dzariat : 47). Dan dalam firmanNya : “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya”.(QS.al Anbiya’: 30)

– Bukti matematis Big Bang terakhir dikemukakan Stephen Hawking dan Penrose.

9. Kiamat “Tragedi kosmik”.

Selaku seorang muslim kita yakin pasti akan terjadinya kiamat. Kiamat dalam arti kata hancurnya bumi dan seluruh alam serta adanya hari pembalasan, secara logika pun berakhirnya sistem jagad raya sangat diterima, setelah terbuktinya awal mula penciptaan.

Dalam al Quran kita dapati banyak ayat yang mengatakan hancurnya sistem di jagad raya nantinya : “Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan”.(QS.at Takwiir : 1-2). Dan firmanNya : “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.(QS.az Zalzalah : 1-2).

Betapapun kaum atheis tidak mengakui kiamat, tapi semua mereka mengakui akan berakhirnya kehidupan dan musnahnya semua ciptaan.

Kita lihat bagaimana kiamat bisa terjadi sesuai paparan al Quran :

1. Digulungnya matahari dan berjatuhannya bintang, Allah swt berfirman : اذا الشمس كورت

Kata “takwir” disini kinayah tentang berakhirnya fungsi matahari :

– “Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih”.(QS.ad Dukhan : 10-11).

– “Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.(QS.ar Rahman : 37)

– “Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan, pada hari itu manusia berkata: “Kemana tempat lari ?”.(QS.al Qiyamah: 7-10).

– “Dan apabila laut dipanaskan”.(QS.at Takwir: 6).

– “Dan apabila lautan dijadikan meluap”. (QS.al Infithaar: 3).

2. Dihancurkannya gunung-gunung.

– “Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah : “Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya, maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali, tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi.(QS.Thaha: 105-107).

– “Pada hari ketika langit benar-benar bergoncang, dan gunung benar-benar berjalan”.(QS.ath Thuur:9-10)

3. Gempa dahsyat.

– “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.(QS.az Zalzalah : 1-2).

– “Dan apabila bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong.(QS.al Insyiqaaq: 3-4).

Isyarat adanya perluasan dataran bumi karena terbakarnya air.

– “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).

4. Sirnanya langit dan bumi.

Mungkinkah itu terjadi? bumi betul-betul hilang dari pandangan mata? ya ! bagaimana? :

– “Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah.(QS.Faathir: 41).

– “Dan apabila langit dilenyapkan”.(QS.at Takwir: 11).

– “(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.(QS.Ibrahim: 48).

Punah/sirnanya langit dan bumi sekarang ini dapat dibuktikan secara ilmiah; sesuai hukum energi-materi Einstein. Sesuai ayat diatas, langit dan bumi akan sirna dan akan diciptakan lagi ciptaan tidak seperti langit dan bumi.

– Baru-baru ini ditemukan partikel atom dan anti partikel atom biasa. Protonnya bermuatan minus dan elektronnya bermuatan plus (positron). “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.(QS.adz Dzariat: 49).

Maka apabila bertemu partikel yang berlawanan, keduanya akan sirna menjadi energi sebagaimana terjadi pada reaksi nuklir.

Saitis meyakini jagad raya ini terbentuk dari energi menjadi dua macam materi yang saling berlawanan, maka ini sebebnya mengapa galaxy saling menjauhi dan berjauhannya bintang-bintang agar tidak saling jumpa. “(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya.(QS.al Anbiaya’:104).

Bersiaplah untuk hari tersebut dengan segudang bekal amalan baik..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: