Catatan Buruk Amerika Dalam Rekayasa Berita

Pada hari-hari terakhir ini, kasus kebohongan George Bush dan Tony Blair untuk menjustifikasi invasi ke Irak telah berubah menjadi salah satu krisis internal paling dalam di Amerika dan Inggris. Pemimpin kedua negara itu, beberapa waktu lalu telah mengungkapkan bahwa pernyataan mereka mengenai kemampuan persenjataan pembunuh massal rezim Saddam berlandaskan kepada informasi yang tidak benar. Poin ini sekaligus membuktikan bahwa ketika mengungkapkan masalah senjata pembunuh massal Irak, Bush dan Blair menyadari akan ketidakbenaran dokumen mereka.

Upaya George Bush menipu rakyat Amerika sebagai cara untuk menjustifikasi perang dengan Irak sudah pasti telah menyebabkan reputasinya di kalangan rakyat semakin merosot, dan proses ini juga dipastikan akan berlanjut. Pada gilirannya, Partai Republik yang merupakan habitat Bush pasti akan turut menerima dampak negatifnya.

Pertanyaan yang timbul selepas terungkapnya kebohongan George Bush dan Tony Blair dalam media massa ialah apakah ini untuk pertama kalinya pejabat Amerika melakukan penipuan kepada rakyat Amerika? Dokumen sejarah menunjukkan bahwa rekayasa berita yang dilakukan oleh pemimpin Amerika untuk menipu opini umum sebagai justifikasi sebuah perang, memiliki preseden lebih dari seratus tahun.

Di akhir abad ke 19, AS sudah mulai melakukan politik campur tangan di negara-negara sekitarnya. Saat itu, Amerika berniat memulai perang menentang penjajahan Spanyol di Amerika Latin dan mulai mencari alasan untuk mengambil langkah ini. Saat itu, Spanyol menguasai Kuba dan Puerto Rico. Pada saat yang sama, Amerika melakukan investasi besar di Kuba dan para investor Amerika itu merupakan pendukung serius bagi penguasaan Amerika atas negara-negara Amerika Latin.

Pada pada tanggal 15 Februari 1898 pukul 9.40 waktu setempat, terjadi sebuah peristiwa ledakan atas Kapal Induk Amerika Maine yang berlabuh di Teluk Havana. Pers Amerika dengan segera menuduh Spanyol sebagai pelaku peledakan di kapal tersebut. William Randolf Herest, penerbit besar Amerika, dengan segera meliput berita mengenai peristiwa ini dalam halaman pertama surat kabarnya. Setiap hari, Maine menjadi berita utama surat kabar tersebut dengan menyebutkan bahwa pelakunya adalah orang-orang Spanyol.

Pemberitaan koran tersebut dengan segera mengubah pandangan masyarakat Amerika dan menimbulkan perasaan anti Spanyol di kalangan umum. Akhirnya, pemerintah Amerika dengan dukungan rakyat yang tertipu oleh pemberitaan, menyerang Kuba. Kemudian, selepas keluarnya tentara Spanyol, Amerika sendiri yang menggantikan tempat tersebut sebagai penjajah Kuba. Tiga belas tahun kemudian, sebuah komisi tidak resmi Amerika mengungkapkan fakta ini bahwa ledakan di Kapal Induk Maine hanyalah sebuah peristiwa tanpa kesengajaan. Pengungkapan itu sendiri didasarkan kepada dokumen yang bisa dipercaya.

Berbagai riset terbaru menyangkut peristiwa sejarah pada dekade 1960 juga mengungkapkan fakta bahwa pemimpin Amerika berusaha untuk melegitimasi perang terhadap musuh lamanya, yaitu Kuba dan Vietnam, dengan cara menipu opini umum. Selepas kegagalan serangan terorganisir oleh CIA terhadap Kuba pada tahun 1961, para perwira tinggi Amerika tetap ingin melakukan serangan kembali ke negara itu. Jenderal Lemnitzer, pada bulan Maret tahun 1962, dalam notanya kepada Menteri Pertahanan Amerika ketika itu, Jenderal Mc Namara, menyarankan serangan ke Kuba, berikut cara-cara yang harus ditempuh untuk menipu rakyat Amerika dan dunia.

Rencananya, saat itu akan dibuat serangan buatan ke pangkalan militer Amerika di Guantanamo, Kuba, tanpa perlu menimbulkan kerugian nyawa dan harta. Serangan rekaan ini akan dilakukan oleh orang-orang Kuba anti revolusioner yang lari dari negaranya dengan memakai pakaian angkatan bersenjata Castro. Setelah itu, dengan alasan pelanggaran atas wilayah kedaulatan negara, Amerika akan melakukan serangan ke Kuba. Tetapi, Presiden Amerika saat itu John Kennedy, yang masih mengingat kekalahan serangan AS tahun 1961 ke Kuba, menentang rencana ini.

Perang Vietnam bermula pada era kepresidenan Kennedy. Tetapi Amerika saat itu tidak terlibat secara langsung dalam perang. Washington hanya memberikan bantuan keuangan dan senjata kepada rezim Vietnam Selatan. Setelah kejadian teror yang menewaskan Kennedy, Presiden Amerika saat itu, yaitu, Lindon Johnson, mulai menyiapkan situasi yang memungkinkan campur tangan secara langsung dalam perang Vietnam. Pada tahun 1963, Amerika menempatkan sebuah kapal bernama Madex di pesisir Vietnam Utara dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi. Kemudian, sejumlah perahu sampan melakukan penyerangan terhadap berbagai fasilitas di perairan Vietnam Utara.

Ketika orang-orang Vietnam melakukan serangan balasan, pemerintah dan media massa Amerika mempropagandakan bahwa langkah ini sebagai simbol penyerangan atas kedaulatan Amerika. Sentimen nasionalisme dan kemarahan orang-orang Amerika terhadap rakyat Vietnam Utara pun segera bangkit. Segera saja, dengan mempergunakan atmosfer yang telah direkayasa ini, angkatan udara Amerika melakukan pengeboman ke seluruh Vietnam.

Dalam dua peristiwa Kuba dan Vietnam, tujuan para pejabat sipil dan militer Amerika adalah penipuan atas opini umum warga Amerika dan negara lain mengenai fakta yang sebenarnya, sehingga bisa melegitimasi perang. George Bowl, wakil menteri luar Amerika pada dekade 70-an, mengatakan, tidak diragukan lagi bahwa pengiriman kapal Madex ke teluk Tonkin di perairan Vietnam adalah suatu yang telah direncanakan. Di Amerika, langkah seperti ini disebut sebagai operasi psikologis atau yang lebih luas dari itu, petunjuk bagi opini umum.

Metode seperti ini juga dipakai dalam menjustifikasi perang Irak. Tetapi kali ini, bertentangan dengan Kuba dan perang Vietnam, tidak diperlukan waktu 13 hingga 30 tahun untuk terungkapnya kenyataan yang sesungguhnya. Hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan selepas pendudukan Irak, penipuan George Bush dan Tony Blair telah tersingkap. Hal ini disebabkan karena masyarakat dunia pada milineum ketiga ini lebih sadar akan situasi sekitarnya dan sarana komunikasi telah sedemikian luas dan canggih. Dua unsur ini, yaitu kesadaran masyarakat dan kecanggihan komunikasi, menyebabkan upaya George Bush dalam merealisasikan doktrin hegemoni dunia di bawah pimpinan Amerika menjadi terhalang.

2 Responses to Catatan Buruk Amerika Dalam Rekayasa Berita

  1. Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
    Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!

  2. asuna17 says:

    Artikel anda di

    http://berita-politik-dunia.infogue.com/catatan_buruk_amerika_dalam_rekayasa_berita

    promosikan artikel anda di http://www.infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: