MENERANGKAN MASALAH-MASALAH SEPUTAR DUNIA SEKSUALITAS KEPADA ANAK KECIL

Menanyakan masalah-masalah SEKS adalah hal yang wajar dalam kehidupan setiap orang dewasa. Namun sering kali jadi masalah jika yang bertanya itu adalah anak kecil yang belum cukup umur dan belum cukup mengerti akan masalah-masalah di seputar dunia itu. Seringkali juga masalah seks adalah masalah yang dianggap tabu dibicarakan kepada anak oleh sebagian orang tua karena seks sering kali dianggap kotor dan menyalahi norma-norma yang berlaku di masyarakat. Padalah pengetahuan tentang seks itu tidak semata-mata persoalan pornografi semata. Seks itu seringkali juga adalah hal yang ilmiah dan wajar dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi tidak wajar jika seks itu menjadi legitimasi untuk pornografi. Pertanyaan-pertanyaan seperti tentang mensturasi atau dari mana datangnya bayi adalah pertanyaan yang wajar dan seringkali ditanyakan oleh anak-anak. Pertanyaan itu bukanlah suatu pertanyaan kotor atau porno. Pertanyaan itu wajar karena anak ingin tahu segala sesuatu dimana ia mulai belajar. Selain itu persoalan seperti menstruasi atau datangnya bayi adalah suatu siklus kehidupan yang biasa terjadi pada manusia normal.

Apakah orang tua seharusnya mengajak anak berdiskusi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan seks? Jawabannya, jangan pernah !! Mempelajari masalah-masalah di seputar dunia seks tidak dapat terjadi dalam satu session atau sekejab saja. Ini lebih merupakan suatu proses dimana anak seharusnya belajar setiap kali apa yang ia harus tahu. Pertanyaan harus segera dijawab sehingga minat natural anak dapat dipuaskan. Bila anak tidak bertanya tentang masalah seks jangan pura-pura tidak perduli. Ketika anak berusia sekitar 5 tahun orang tua dapat mulai menerangkan buku-buku yang memperkenalkan masalah-masalah seksualiti sesuai tingkatan perkembangan si anak. Tetapi sayangnya di Indonesia, buku-buku tersebut belum banyak beredar dan iklim di Indonesia yang masih belum mendukung pengajaran tentang seksualitas kepada anak sehingga buku-buku semacam itu masih susah didapat. Sejak kapan anak mulai tertarik akan seks ? Sebetulnya susah untuk mengetahuinya. Tetapi diperkirakan sejak anak mulai mengenali tubuhnya sendiri dimana hal itu sehat dan normal.

Anak-anak yang sudah bisa jalan biasanya menyentuh tubuhnya sendiri sewaktu mereka telanjang seperti ketika mandi atau ganti popok. Pada tingkat perkembangan ini mereka tidak punya batasan apakah hal itu senonoh atau tidak, hanya reaksi orang tua yang akan mengatakan kepada mereka bahwa perbuatan mereka itu layak atau tidak. Tetapi tidak bijaksana jika orang tua menghukum atau mempermalukan anak hanya karena mereka melakukannya (menyentuh bagian tubuhnya). Adalah suatu hal yang wajar bagi anak-anak untuk tertarik pada bagian tubuhnya. Orang tua seharusnya baru khawatir kalau anak-anak melakukan masturbasi dan asyik dengan kegiatan tersebut. Berdasarkan penelitian, anak-anak yang mengalami sexual abuse cenderung untuk asyik dengan stimulasi terhadap dirinya sendiri.

Apakah wajar untuk menggunakan nickname bagi bagian-bagian vital tubuh seperti menyebut burung untuk penis atau susu untuk payudara. Menurut para ahli jika anak mulai berusia tiga tahun sebaiknya orang tua menggunakan kata yang benar untuk menyebut anatomi tubuh. Tak ada alasan mengapa kata-kata yang memang seharusnya seperti itu disebut tidak digunakan kalau memang anak sudah bisa mengucapkannya. Istilah-istilah ilmiah seperti penis atau vagina seharusnya diucapkan dengan benar tanpa harus merasa malu. Cara tersebut akan membuat anak belajar tanpa harus merasa malu.

Bagaimana dengan anak yang bertanya tentang dari mana datangnya bayi? Orang tua dapat mengatakan kepada anak bahwa bayi tumbuh dari sebuah telur di dalam perut ibu sambil si ibu menunjuk ke perutnya, dan bayi keluar dari sebuah tempat yang disebut vagina. Tidak usah menjelaskan kepada anak bagaimana caranya bayi dibuat karena anak tidak akan mengerti konsep tersebut. Bagaimanapun orang tua dapat mengatakan bahwa bila seorang pria dan seorang wanita saling mencintai, mereka akan dekat satu sama lain. jelaskan lagi bahwa dalam kedekatan itu sperma pria bergabung dengan sel telur wanita dan dari situ kehidupan seorang bayi dimulai. Sang Ibu dapat tambahkan juga bahwa ketika bayi di dalam perut (sambil menunjuk perut) telah berusia beberapa bulan (umumnya sekitar 3-4 bulan) Tuhan memberi nyawa kepada calon bayi sehingga bayi dapat hidup seperti diri orang tua atau diri si anak. Beri contoh bahwa ketika bayi mulai diberi nyawa/raga oleh Tuhan maka sang calon bayi itu sama saja dengan manusia yang hidup di sekitar kita. Biasanya anak usia dibawah 6 tahun dapat menerima jawaban tersebut. Buku-buku yang layak dan sesuai usia anak dapat dipergunakan juga untuk membantu orang tua menerangkan hal tersebut. Menjawab pertanyaan anak dalam jawaban yang jelas dan langsung akan menolong anak puas dengan informasi yang pantas diterima sesuai dengan usianya.

Bagaimana dengan anak-anak yang suka bermain dokter-dokteran dengan teman sebayanya? Anak usia 3-6 tahun biasanya suka bermain dokter-dokteran. Banyak orang tua yang overreaktif ketika mendapat anak-anak mereka sedang melakukan aktivitas tersebut dan langsung menghukum anak dengan hukuman badan. Tidak juga aktivitas tersebut merupakan aktivitas persetubuhan atau dapat membuat anak melakukan persetubuhan. Kehadiran orang tua ketika mereka sedang melakukan aktivitas tersebut cukup dapat memberhentikan kegiatan si anak. Lalu alihkan perhatian anak kepada aktivitas lain seperti main dengan mainannya atau melakukan kegiatan anak-anak lainnya. Lalu jelaskan kepada si anak jika anak tenang atau sedang tidak sibuk main bahwa anda mengerti mengapa ia tertarik kepada tubuh temannya karena anak akan menjadi orang dewasa dan orang-orang umumnya ingin meliha tubuhnya tertutup. Juga layak dijelaskan kepada anak tentang sentuhan baik dan sentuhan buruk. Katakan kepada anak bahwa tubuhnya itu adalah miliknya sendiri dan karena itu ia mempunyai hak akan privacy. Tak ada seorang pun yang boleh menyentuh tubuhnya jika anak tidak ingin atau tidak mau. Katakan kepada anak jika seseroang ingin atau pernah menyentuh tubuhnya dalam cara yang membuat si anak merasa tidak nyaman, anak harus mengatakan orang tersebut untuk memberhentikannya dan memberitahu orang tuanya. Terangkan bahwa anda sebagai orang tua ingin mengetahui segala hal yang membuatnya merasa tidak nyaman (akibat sentuhan buruk itu).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: