Pengertian Puasa

Kajian bahasa

Dalam bahasa arab , kata puasa dapat diartikan dengan ash-shoum atau ash-shiyam.

Yang membatalkan puasa

Hal-hal yang mem batalkan puasa sebagai berikut:

  1. menelan sesuatu benda dengan disengaja, termasuk memasukkan obat dan merokok.
  2. muntah yang disengaja
  3. bersenggama
  4. dengan sengaja mengeluarkan mani
  5. datang bulan/haid
  6. nifas
  7. melahirkan
  8. gila

adapun menelan sesuatu dengan tidak sengaja, atau lupa, atau dipaksa bukan dari dari diri sendiri, atau tidak mengetahui hukum, maka dalam hal ini puasa tidak batal

keluar dari agama islam rasulllah saw bersabda:

من نسي و هو صائم فأكل أو شرب فليتم صومه فإنما أطعمه ألله وسقاه

“Barang siapa lupa ( dirinya sedang berpuasa )lalu ia makan dan minum, maka hendaklah ia melanjutkan puasanya karena sesungguh nya ia telah diberi makan dan minum oleh Allah ” ( HR. Jama’ah )

termasuk, ingus, dahak, debu, hamburan tepung yang tertelan karena tak mampu mencegah dan menjaganya agar tidak tertelan, juga tidak membatalkan puasa.

Mengeluarkan mani dengan tidak disengaja akibat bermimpi, menghayal, memandang dan mendegar sesuatu, tidak membatalkan puasa.

Mencicipi masakan dan menggosok gigi tidak membatalkan puasa selama tidak ada sesuatu yang ditelan. Walaupun demikian mencicipi masakan dan menggosok gigi tidak diajurkan ketika berpuasa terkecuali adanya alasan tertentu.

Yang dibolehkan membatalkan puasa

Seseorang yang berpuasa dibolehkan membatalkan puasanya apabila dalam kondisi sebagai berikut:

  1. Bermusafir atau berpergian jauh.Allah Swt berfirman:

….فمن كان منكم مريضا أو عتى سفر فعدة من أيام أخر ….

“…Maka barang siapa diantara kamu yang sakit atau dalam perjalanan ( lalu ia berbuka ), maka wajib baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang yang lain…( QS.albaqarah, 184 ).

bepergian yang diboleh membatalkan puasa adlah bepergianyang jauh dan panjang yang membolehkan mengqasar shalat, yaitu lebih dari 89 km. Dan juga bepergian dalam ketaatan kepada Allah Swt dan bukan bepergian dalam kemaksiatan.

seorang supir kendaraan yang selalu melakukan perjalan jauh dan sudah merupakan pekerjaannya, tidak dibolehkan berbuka, terkecuali apabila ias mengalami kesulitan yang memberatkan untuk berpuasa.

bagi orang yang bermusafir, berpuasa lebih baik selama tidak membahayakan dirinya.

  1. Sakit, yang apabila berpuasa memberatkan si penderita sakit sehingga kondisinya menjadi lebih tidak baik Allah SWT berfirman :

Artinya : Maka barang siapa …

3. Sedang hamil atau sedang menyusui bayi, diperbolehkan membatalkan puasa bila khawatir atas kesehatan dirinya atau bayi.

4. Usia lanjut. seorang yang telah berusia lanjut,tua renta, yang tak mampu lagi berpuasa di perbolehkan membatalkan puasa tanpa batas waktu tertentu.

firan Allah SWT :

Artinya : Dan wajib bagi orang – orang yang berat menjalankanya (jika mereka tidak puasa ) membayar fidyah , yaitu memberi makan seorang miskin.

5. Sangat merasakan lapar dan haus ,sehingga dapat membahayakan dirinya seperti menjadikannya pingsan ,hilang ingatan atau lupa.Dalam hal ini kita di perbolehkan membatalkan puasa.Apabila berpuasa juga karna dengan mengetahui

bahaya yangakan menimpanya ,maka puasanya menjadi haram.Allah SWT berfirman :

Artinya : Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan

6. Mengalami haid,nifas atau gila ,seorang yang berpusa lalu mengalami hal tersebut maka pusanya batal dengan sendirinya .

Hal – hal di atas merupakan halangan yang dihadapi pelaku puasa yang sehinga diperbolehkan baginya membatalkan puasa atau berbuka puasa bukan pada waktunya .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: