Isi Perut

Oleh : Fajar Kurnianto

Rasulullah SAW bersabda, ”Ketahuilah, sesungguhnya, hal paling memberatkan dialami oleh anak cucu Adam manakala terbaring dalam kuburnya adalah isi perutnya. Karenanya, janganlah kalian masuki perut kalian kecuali dengan yang halal dan baik.” (HR Bukhari).

Salah satu kebutuhan alamiah manusia adalah makan dan minum. Kebutuhan serupa juga menjadi milik makhluk hidup lain yang ada di bumi ini. Bedanya, segala yang tersedia di permukaan bumi ini –temasuk segala makanan dan minuman– disediakan oleh Allah SWT untuk manusia. Allah SWT berfirman, ”Dialah yang telah menciptakan semua yang ada di atas permukaan bumi.” (QS Al-Baqarah: 29). Allah SWT telah memperkenankan manusia untuk menikmatinya dengan beberapa catatan penting yang mesti diperhatikan.

Pertama, hendaknya manusia tidak berlebih-lebihan saat makan dan minum. Dalam Surat Alan’am ayat 141 Allah SWT berfirman, ”Dialah yang telah menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang menghasilkan buah, zaitun, dan delima yang serupa bentuk dan warnanya dan yang tidak serupa rasanya. Makanlah saat semua itu berbuah. Tunaikanlah haknya saat hari pemetikan. Jangan kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya, Allah tidak suka terhadap orang yang berlebih-lebihan.” Kedua, hendaknya makan dan minum yang halal dan baik (menyehatkan). Allah SWT berfirman, ”Makanlah dari apa-apa yang telah Allah karuniakan kepada kalian berupa makanan dan minuman yang halal lagi baik (untuk kesehatan). Bertakwalah kepada Allah yang telah kalian imani secara paripurna.” (QS Almaidah: 88).

Ketiga, selalu bersyukur dengan apa yang telah Allah SWT karuniakan kepada kita. Bersyukur tidak hanya sebatas mengucapkan kata ‘alhamdulillah’. Akan tetapi, perkataan itu lantas dibuktikan lagi dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas dalam beribadah, juga dalam beramal saleh. Sedekah merupakan salah satu bentuk syukur yang konkret.

Allah SWT berfirman, ”Itulah kitab (Alquran) yang tidak ada keraguan di dalamnya. Karena, ia adalah sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Yaitu, mereka yang beriman terhadap hal-hal gaib, mendirikan shalat, dan memberikan sebagian karunia yang Kami berikan kepada mereka untuk orang lain.” (QS Al-Baqarah: 2-3).

Segala makanan dan minuman yang ada di atas permukaan bumi ini pada hakikatnya adalah karunia tak ternilai yang Allah SWT berikan untuk umat manusia agar menjalani hidup dan kehidupannya sesuai tuntunan Allah SWT dan rasul-Nya. Maka, menaati dan mematuhi tata aturan Allah SWT dan rasul-Nya dalam mengelola segala karunia Allah SWT itu mutlak diperlukan.

Allah SWT dan rasul-Nya sudah menegaskan koridor-koridor yang mesti dijaga oleh manusia dalam memperlakukan makanan dan minuman. Jika koridor-koridor itu dilanggar, maka manusia bisa terjerumus untuk memilih makanan dan minuman haram dalam mengisi perutnya. Kesesatan seperti itulah yang bakal memperberat manusia saat harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di akhirat kelak. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: