Syaikh Gad el Haq Ali Gad el Haq

Syaikh Gad el Haq di lahirkan disebuah desa kecil Butrah provinsi Daqahlia pada tahun 1917. Diusianya yang masih belia, selain mendapat didikan dari orang tuanya untuk bertani, beliau juga mendapat didikan tentang ilmu agama dari seorang syaikh benama Sayed Al-Bahansawi melalui syaikh tersebut ia mulai belajar dasar-dasar qiraat dan menghafal Qur`an. Syaikh sayed Al-Bahansawi, sang guru yang selalu kelihatan menakutkan dimata para muridnya dikarenakan tongkat yang selalu menemaninya ketika mengajar dan tak jarang ia menjadi sasaran bagi muridnya, namun berkat bimbingannya Gad el Haq tumbuh dengan nilai-nilai agama yang kuat.

Melihat perkembangan dan kecintaan anaknya akan ilmu agama pihak keluarga bermaksud untuk meneruskan pendidikannya ketingkat yang lebih tinggi, hingga pada tahun 1930 ia berhijrah ke Thanta dan masuk ma`had Al-Ahmadi Ad-Dini, disini beliau mulai mendalami ilmu yang pernah dipelajarinya sewaktu didesa sampai memperoleh syahadah ibtidaiyah pada tahun 1934 dari ma`had tersebut yang merupakan cabang dari azhar setingkat dengan syahadah i`dadiyah yang berlaku sampai sekarang. Pada tahun yang sama beliau melanjutkan pendidikannya ketingkat tsanawi, namun tepat pada saat beliau duduk di bangku tsanawi terjadi pelbagai kekacauan dan revolusi pelajar yang mulai merambah hingga sampai ke ma`had tempatnya menuntut ilmu sehingga mengakibatkan kurang lancarnya pendidikan di lembaga tersebut.

Satu tahun kemudian dengan pelbagai pertimbangan atas kekacauan yang sedang terjadi, sang orang tua memindahkan beliau ke ma`had tsanawi Al-Azhar di cairo, disana beliau ditempatkan dengan anak bibinya yang juga seorang pelajar Al-Azhar, namun Gad el Haq hanya sempat tinggal dengan saudaranya itu selama satu hari. Kemudian beliau lebih memilih untuk tinggal di sebuah kamar kecil disamping mesjid ibnu thouloun, tak lain dikarenakan faktor kemampuan ekonominya yang sangat tidak memadai pada saat itu membuatnya harus puas tinggal disebuah tempat yang sangat sederhana tersebut, dengan tanpa mengeluarkan biaya sewa tentunya.

Tatkala musim libur tiba, beliaupun pulang kedesanya. Masyarakat desa yang sangat senang dengan kepulangan Gad el-Haq selalu mempercayainya untuk menjadi imam sampai menjadi khatib dan berkhutbah di sebuah mesjid kecil didesanya, khutbahnya yang pertama berjudul ikhlas dan istiqamah dalam beribadah mendapat sanjungan hangat dari masyarakat

Setelah beliau menamatkan tingkat tsanawinya berbagi dorongan mulai datang dari orang-orang terdekatnya termasuk seorang guru yang banyak membimbingnya selama berada dikairo, menyarankanya agar pendidikannya dilanjutkan di fakultas bahasa arab, universitas Al-Azhar karena mengingat pada masa tersebut pembangunan sekolah-sekolah kian berkembang, tentu membutuhkan banyak guru terutama guru bahasa arab, dengan dorongan dari pembimbingnya beliau mencoba mendaftar di fakultas bahasa arab namun gagal karena keterlambatan yang hanya sehari, melihat hal tersebut sang guru berusaha menjumpai Syaikh Ibrahim Hamrousy, yang merupakan syaikh di fakultas itu, tapi usaha itu pun mengalami kebuntuan hingga beliau terpaksa menunggu pendaftaran ditahun berikutnya.

Dalam masa fatrah penungguan, beliau kembali mendapat dorongan dan arahan, tapi kini berasal dari orang tuanya yang sangat menginginkannya untuk masuk kefakultas syari`ah. Keinginan orang tuanya berusaha ia wujudkan walaupun tanpa persiapan yang tak terduga sebelumnya. Kegigihan dan kesungguhan beliau pada akhirnya membuahkan hasil dengan perolehan syahadah S1 fakultas syari`ah pada bulan juni tahun 1943.

Tahun 1945 beliau lulus sebagai spesialis pengadilan syari`ah (Al-Qadha` Asy-Syar`i). Setelah beberapa tahun kelulusannya beliau diangkat sebagai sekjen Darul Ifta` melalui musabaqah yang diperuntukkan bagi para lulusan spesialis pengadilan syari`ah hingga sampai tahun 1978 beliau dipercayakan sebagai mufti mesir. Banyak hal-hal baru yang dilakukan pada masa beliau menjadi mufti yang antara lain menetapkan enam orang penasehat Darul Ifta` yang sebelumnya hanya dijabat oleh satu orang saja.

Tanggal 8 agustus 1980, keluar sebuah ketetapan pemerintah dengan no.432 tahun 1980 tentang pengangkatan Gad el Haq sebagai anggota Lembaga Riset Islam Al-Azhar Asy-Syarif. Dua tahun kemudian tepatnya pada tanggal 4 januari 1982 beliau kembali diangkat sebagai menteri urusan wakaf, namun jabatan itu hanya didudukinya selama dua bulan setengah. Terakhir pada 17 maret 1982 beliau ditetapkan sebagai Syaikh Al-Akbar Azhar Asy-Syarif sesuai dengan ketetapan negara mesir no. 129 tahun 1982. Banyak terjadi perubahan yang dilakukan pada masa syaikh Gad el Haq diantarnya dengan membangun 25 lajnah fatwa yang menyebar hingga keseluruh provinsi di mesir, masih banyak perubahan besar lainnya yang membawa dampak positif bagi perkembangan Al-Azhar.

Karya-karya beliau mencapai 28 buku tentang hukum islam diantaranya :

1. Ma`al Qur`an Al-Karim

2. An-Nabi SAW fi Al-Qur`an Al-Karim

3. Mukhtaraat minal fatwa wal buhust

4. Al-Fiqh Al-Islami ; murunatuhu watatawwaruhu

5. Risalah fi Al-Ijtihad

6. Risalah fi Al-Qadha`I fi Al-Islam

7. Kitab Ahkam Asy-Syari`ah Al-Islamiyah fi masail thibbiyyah `anil amradh An-Nasa`iyyah

Selain karya juga banyak fatwa yang beliau tinggalkan hingga mencapai 1328 fatwa dalam pelbagai bidang. Hingga akhirnya beliau wafat pada tanggal 15 maret 1996, sebelum wafatnya syaikh Gad el Haq sempat berkunjung ke Indonesia pada akhir September 1995, beliau pernah juga memperoleh penghargaan “Wisam an-niel” pada perayaan ulang tahun Al-Azhar keseribu yang dilaksanakan pada tahun 1403 H atau bertepatan dengan 1983.

Wallahu`alam

Disadur dari buku syuyukh Al-Azhar karangan sa`id abdurrahman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: