Peran Muslimin Australia yang Mulai Terlupakan

Kaum Muslim dikenal pelopor di Australia. Dari India, Pakistan dan Afghan dengan membawa onta dan membuka lahan yang tadinya belum tersentuh manusia

Guna memberi penghargaan terhadap kontribusi kaum Muslim di Australia, Perpustakaan Nasional Australia di Canberra mengadakan pameran yang berisi rekaman perjalanan pengendara unta yang kali pertama menginjakkan kakinya di Australia.

Pameran bertajuk, “Pioneers Of The Inland: Australia’s Muslim Cameleers, 1860s-1930s” (Pionir Daerah Pedalaman: Muslim Pengendara Unta Australia) yang diselenggarakan Perpustakaan National Australia. Pameran ini menunjukkan, betapa besar peran kaum Muslim di negeri itu. Mereke membantu ‘menaklukkan’ pedalaman Australia yang semua belum tersentuh manusia.

Pameran itu menunjukkan besarnya peran kaum Muslim. Di tahun 1800-an, kala itu, lebih dari 2000 pengendara dan 15.000 armada unta secara khurus didatangkan dari Afghanistan, India utara dan Pakistan. Unta-unta ini didatangkan guna mempercepat eksplorasi di bagian pedalaman Australia yang semula belum terpetakan dan terjamah manusia. Sebagian besar yang ikut berperan dalam ekplorasi pengembangan wilayah itu adalah kaum Muslim.

Dimulai Rabu (12/12), fokus pameran tersebut memang merujuk pada armada unta yang dikemudikan Muslim keturunan Arab dalam membuka akses ke sejumlah daratan Australia. Mereka membuka jalan kering di Benua Kanguru tersebut pada awal abad ke-19.

Berdasar catatan, dalam ekspedisi tersebut, demam emas memicu pendatang kulit putih untuk mengeksplorasi daerah pedalaman Australia. Dalam membuka lahan-lahan tersebut, kaum kulit putih memanfaatkan unta dan pengendaranya untuk menelusuri jalur-jalur baru. Sayang, kontribusi Muslim itu jarang dihargai warga Australia.

“Pengendara unta mendampingi hampir seluruh ekspedisi utama ke daerah pedalaman Australia, diawali dari ekspedisi Burke dan Wills pada 1860,” kata Philip Jones, kurator museum.

“Diakui atau tidak, mereka (pengendara unta, Red) memberikan kontribusi yang tidak sedikit bagi pengembangan peradaban dan ekonomi Australia,” lanjutnya.

Menurut Jones, di era eksplorasi heroik, kaum Muslim hampir tidak pernah dihargai atas jasa-jasa mereka. Meski, kata dia, sejumlah diary ekspedisi menggambarkan kelayakan mereka untuk disebut penjelajah Australia. Karena itu, dalam catatan pameran dijelaskan bahwa pionir Muslim berjasa dalam membuka akses transportasi dan komunikasi ke daerah terpencil, menghubungkan pesisir dan pegunungan, serta membuka lahan pertambangan baru dan desa-desa perhentian.

Jones menambahkan, mayoritas penunggang unta kembali ke rumah masing-masing setelah kontrak kerja berakhir. Hanya sebagian kecil yang akhirnya menetap. Muslim yang menetap itu menikahi orang Eropa dan keturunan Aborigin. Mereka kemudian membentuk peradaban Islam di Australia.

Anehnya, jika para akademi mengakui jasa-jasa kaum Muslim itu, namun faktanya, hingga hari ini, keberadaan kaum Muslim masih saja ada yang mendapat perlakuan diskriminatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: