Libido Suami & Isteri

ORANG SERING MENAFSIRKAN LIBIDO SEOLAH IDENTIK DENGAN KEHIDUPAN SEKSUAL. BENARKAH LIBIDO HANYA URUSAN SEKSUAL SEMATA? MENGAPA ANDA PERLU MEMAHAMINYA?

Pakar psikoanalisa terkenal, Sigmund Freud, mengatakan, kehidupan ini sejak awal ditunjang oleh libido; dan libido bukan cuma libido seks, tapi juga libido-libido lainnya seperti libido hidup dan libido kerja. Libido adalah gairah atau nafsu yang berbentuk energi. Libido merupakan energi biofisik pada manusia untuk hidup melandasi kebutuhan prokreatif (menghasilkan). “Tapi sekarang, orang lebih sering menggunakan istilah libido hanya untuk libido seksual saja,” kata psikolog Sawitri Supardi.

Potensi seksual manusia, menurut Dr. Alex Pangkahila, Ph.D, terdiri dari libido (gairah) bangkitan dan orgasme. “Libido sudah ada sejak manusia dilahirkan. Tapi pada saat itu, libido seksual pria maupun wanita masih kecil sekali dan baru meningkat pada usia pubertas,” jelas seksolog ini. Dan secara kuantitatif maupun kualitas, libido pria maupun wanita tidak berbeda.

Hal ini dibenarkan oleh Alex dan Sawitri. “Hanya karena restriksi pada wanita lebih tinggi dari pria, maka kelihatannya libido pria lebih besar,” jelas Sawitri. Disamping itu, wanita sejak kecil diajarkan untuk bisa mengendalikan diri dan menyembunyikan perasaannya, sedangkan pria lebih berani dan lebih ekspresif serta memiliki sifat master yang cukup kuat. Hal lain yang membuat orang mengira libido seksual pria lebih tinggi dibandingkan libido seksual wanita, dikatakan Alex karena pria selalu berusaha mempelajari dan mengembangkan seksualnya. Mereka selalu mempelajari alat kelamin dan kemampuan mereka. Sebaliknya wanita lebih tertutup dan malu melakukannya. “Mungkin saja karena alat vital pria menonjol, sedangkan wanita tersembunyi. Selain itu, sistem yang ada di masyarakat, terutama di dunia Timur, membuat wanita merasa malu dan menganggap tabu masalah seks,” kata dokter yang menyelesaikan S2-nya di Belgia pada 1983 ini. Begitu juga dengan masturbasi, tambah Alex, pria lebih banyak melakukan masturbasi dibandingkan wanita. Dan wanita yang melakukan masturbasi ini, umumnya adalah wanita menikah atau yang sudah pernah melakukan hubungan intim suami istri (tim suis).

Antara aksi fisik dan emosi.

Sebenarnya, jika wanita tidak terlalu besar restriksinya, Sawitri menduga, bisa jadi libido wanita sama dengan libido pria atau malah lebih besar. Contohnya, wanita bisa mencapai multiple orgasme, sedangkan pria sulit. Tapi, walaupun sama, penyebab timbulnya libido pada pria dan wanita, tidak sama.

Martina Wijaya melihat, pria lebih mudah tertarik dan terangsang oleh fisik; sedangkan wanita lebih mudah tertarik oleh perhatian. “Wanita biasanya juga akan lebih bergairah dengan orang yang benar-benar memiliki ikatan emosi dengannya, seperti suami atau kekasih,” tambah wanita pengusaha ini. Sawitri membenarkan. “Libido pada pria lebih ditimbulkan oleh daya tarik fisik atau perangsangan sedangkan pada wanita oleh ketertarikan emosional (rasa cinta kasih), hubungan relasi yang baik dan perhatian,” jelas psikolog ini.

Dalam bahasa hampir senada, David Buss, dosen pada Universitas Michigan, USA, mengatakan, “Pria cenderung tertarik pada aksi fisik sedangkan wanita pada kisah-kisah manis dan emosi.” Jadi kalau ada wanita cantik dan menggairahkan, pria dapat langsung tertarik walaupun dia baru mengenalnya. Bahkan, Profesor Psikologi pada Universitas Michigan ini juga mengakui, fantasi seks pria lebih besar dibandingkan wanita. Tak heran jika hasil statistik menunjukkan, pria lebih banyak melakukan affair dan memiliki pasangan lebih dari satu dibandingkan wanita. Apalagi secara alami, menurut penulis buku The Evolution of Desire: Strategies of Human Mating ini, pria bersifat poligami sedangkan wanita monogami.

Gina Ogden, penulis buku Women Who Love Sex melaporkan, wanita dapat merasa bergairah dan mengalami orgasme tanpa kontak fisik secara keseluruhan atau dengan alat kelamin. Hasil penelitiannya membuktikan, sekitar 64 persen wanita dapat bergairah dan mengalami orgasme tanpa kontak fisik secara keseluruhan. Hasil tes laboratorium menunjukkan, orgasme spontan ini memiliki manifestasi fisik yang sama, seperti meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah.

“Tubuh manusia, baik pria maupun wanita penuh dengan daerah yang bila disentuh akan terasa geli dan menimbulkan getaran yang menyenangkan,” kata wanita penulis ini. Dari penelitiannya diperoleh keterangan, sekelompok besar wanita mengatakan, mereka memiliki daerah-daerah sensitif di seluruh tubuh mereka dan mampu menghasilkan orgasme secara stimulasi lainnya dibandingkan dengan menggunakan alat kelamin. Pria juga memiliki kemampuan untuk memberi respon seksual dari kepala sampai ujung kaki, tapi karena mereka hanya memfokuskan sosialisasi mereka pada penis saja, maka mereka mungkin tidak membiasakan dan membiarkan dirinya mengembangkan potensi erotik secara menyeluruh seperti pada wanita.

Hormon bukan yang utama.

Banyak orang mengira, libido ditimbulkan oleh hormon, padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Pengaruh hormon justru kecil sekali. “Libido pada manusia lebih dipengaruhi oleh empat faktor lainnya, yaitu faktor kejiwaan, fisik, lingkungan, dan pengalaman seksual,” kata Alex. Artinya, jika kondisi jiwa, fisik, lingkungan dan pengalaman seksualnya baik, maka libidonya juga akan normal. Sebaliknya, libido dapat terganggu jika salah satunya terganggu. Jika fisik sedang sakit, misalnya, yang bersangkutan akan kurang bergairah.

Tapi dari semua faktor itu, Alex menegaskan, yang paling berpengaruh adalah pengalaman seksual. “Semua pengalaman terekam di otak. Begitu juga dengan pengalaman seksual. Pada saat diperlukan, maka memori ini akan diputar ulang. Pengalaman yang indah akan membuat gairah lebih cepat timbul dan mencapai puncak. Sebaliknya, pengalaman seksual yang tidak menyenangkan akan membuat seseorang tidak bergairah atau kehilangan gairahnya,” jelas dosen mata kuliah Fisiologi dan Reproduksi Universitas Udayana Bali.

Dr. Schnarch dalam laporannya tentang seks di Institut Kinsey, juga membenarkan kecilnya pengaruh hormon terhadap libido seksual seseorang. Pada wanita misalnya, menjelang menstruasi, keinginan untuk melakukan hubungan seks jadi meningkat, tapi hal itu bukan berarti hormon-hormon yang mengontrolnya. “Jika dikontrol hormon, maka gairah akan hilang setelah menopause. Tapi kenyataannya, gairah tidak berhenti hanya karena biologisnya berubah, malah sering semakin meningkat. Banyak wanita memiliki alasan emosional dalam menciptakan hasrat, sejauh mereka tidak perlu khawatir untuk hamil,” kata staf pengajar Institut Kinsey ini.

Efek dari hormon, menurut Schnarch, juga sama pada pria. Walaupun banyak hormon yang mempengaruhi hasrat pada pria, namun pengaruh utama terhadap kebiasaan seksual adalah pikiran. Jadi, jika hormon pria berada di bawah tingkat normal, maka gairah seksualnya akan menurun. Tapi bila hormonnya di atas normal, gairahnya juga tidak akan meningkat.

Penelitian yang dilakukan Father Andrew Greeley Ph.D pada 5.738 pria dan wanita menikah yang berusia di atas 60 tahun, memperkuat kenyataan peran hormon yang tak seberapa besar terhadap libido seksual. Hasil penelitiannya mengungkap, 37 persen dari kelompok tersebut melakukan hubungan tim suis sekali seminggu, atau 9 dari 10 orang tersebut mengatakan pasangan mereka sangat atraktif secara fisik.

Padahal pria usia 60 tahun ke atas cenderung memiliki tingkat testoteron sangat rendah dan kebanyakan wanita pada usia tersebut telah mengalami menopause. “Jadi terbukti bahwa bukan cuma hormon yang dapat menimbulkan hasrat seksual,” kata Profesor Sosiologi dan Ilmu Pengetahuan Sosial pada Universitas Chichago, Amerika Serikat ini.

Dengan penelitian itu berarti dugaan bahwa libido pria menurun setelah mencapai puncaknya pada usia 30-40 tahun dan wanita pada usia 40-45 tahun, menjadi tak berlaku lagi. Seperti dikatakan Alex Pangkahila, jika keempat faktor yang disebutkannya di atas terus dibina dan ditingkatkan, maka tidak akan ada masalah. “Sampai usia di atas itu pun, setiap orang masih bisa bergairah,” kata pria yang mengambil gelar Doktornya di UNAIR, Surabaya ini. Keadaan meningkat dan menurunnya libido pada wanita atau pria, kadang-kadang tidak bersamaan. Akibatnya, pada saat yang satu sedang begitu bergairah, pasangannya justru sedang tidak bergairah sehingga timbul masalah. Khusus pada wanita, libidonya meningkat di antara dua periode menstruasi, terutama saat menjelang menstruasi. Jika Anda sedang bergairah sementara pasangan Anda kebalikannya, Alex menyarankan Anda untuk mengalah atau mencoba membantu membangkitkan gairah pasangan Anda namun tidak memaksakan. “Paksaan hanya akan memperburuk suasana!” tegas Alex.

Kuncinya : komunikasi.

Saling terbuka dan mencari cara untuk mendapatkan keselarasan, adalah langkah yang diambil penyair dan budayawan WS Rendra. Suami istri harus mencoba memahami satu sama lain. Anda harus tahu kalau istri sedang menstruasi itu bagaimana keadaannya dan dalam keadaan normal bagaimana. Kuncinya terletak pada komunikasi.

Jika komunikasi sudah ada, maka Anda dan pasangan dapat memikirkan penyelesaiannya bersama-sama. “Semakin lama kita bersama, semakin dalam komunikasi yang terjalin, maka semakin mudah kita memahami pasangan kita dan apa maunya dia. Begitu juga sebaliknya,” kata penyair yang dijuluki si Burung Merak ini.

Untuk menyelaraskan libido antara pria dan wanita yang sering tidak bersamaan, Alex Pangkahila menganjurkan untuk lebih dulu melihat penyebab ketidakselarasannya. Barangkali kondisi dari keempat faktor tadi sedang tidak optimal: kurang sehat, stres, tidak mood, atau ada pengalaman seksualnya yang kurang menyenangkan.

Selain itu, peneliti dan penulis masalah-masalah seksual ini minta Anda dan pasangan untuk saling mempelajari diri masing-masing dan fase-fase dalam hubungan seksual, yaitu pemanasan, perangsangan, serta bangkitan (ereksi pada pria dan lubrikasi pada wanita). “Pilihlah waktu yang tepat. Misalnya, agar orgasme tercapai bersamaan pada saat hubungan tim suis, pria tidak boleh terburu-buru. Dia harus mencoba menyamakan dengan wanita yang lebih sulit mencapai orgasme. Misalnya, penetrasi baru dilakukan pada saat lubrikasi (pembasahan),” lanjut pakar seks ini.

Hampir senada Sawitri menganjurkan, pelajari karakter pasangan Anda, tumbuhkan sikap seks yang positif, serta komunikasi yang terbuka. Kecuali itu, tambah Alex, olahraga teratur dan hidup tenang serta sehat juga harus dilakoni. Khusus bagi wanita, Alex minta Anda harus lebih membuka diri dan memberikan kebebasan pada diri sendiri untuk mempelajari alat kelamin Anda.

Akhirnya Alex menyampaikan, Anda berdua harus terbuka dan menyiapkan diri serta belajar lebih banyak lagi. Juga mengatur pola perilaku seksual. Jika masih ada masalah, cari tahu penyebabnya. Kalau tidak berhasil, temui pakar. Dan bagi pasangan yang akan menikah, Alex menasihatkan untuk melakukan konseling pre-marital.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: